Kesemarakan peserta dan pemenang Improvement Inovation Award 2019 Pertamina EP.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina EP terus melakukan inovasi untuk menahan laju penurunan produksi (decline rate) lapangan-lapangan minyak dan gas bumi yang dikelolanya. Pasalnya, sebagian besar wilayah kerja migas Pertamina EP merupakan mature field.

“Wilayah kerja Pertamina EP sebagian besar merupakan mature field. Maka diperlukan strategi khusus untuk menekan laju decline rate,” ujar Direktur Utama Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, Jum’at (18/10).

Nanang menjelaskan, salah satu strategi Pertamina EP untuk menahan laju penurunan produksi dilakukan melalui pengeboran step out dan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahapan pengembangan. Strategi ini diyakini mampu meningkatkan laju produksi di setiap Lapangan. Selain itu, kondisi penurunan produksi menghadapkan para eksplorasionis untuk menemukan cadangan baru dengan konsep lama maupun konsep baru.

Sejalan dengan strategi itu, gugus PC-PROVE ULTRAMAN melakukan kajian penerapan konsep gelinciran batuan ultrabasa pada area Tangkasi di Offshore Sulawesi. Konsep ini merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan reserve to production (R to P).

“Improvement ini menghasilkan konsep atau inovasi baru di area Offshore Sulawesi Pertamina EP. Strategi ini bermanfaat dalam proses eksplorasi prospek hidrokarbon yang baru di area yang sudah lama,” jelasnya.

Menurut Nanang, konsep ini merupakan hasil nyata dari integrasi geologi, geofisika, geokimia, dan reservoir. Inovasi ini juga membuktikan bahwa diperlukan konsep baru untuk mengevaluasi area yang lama ‘New Data, NewIdeas Brings New Oil’.

Keunikan konsep inilah yang menjadikan gugus PC-PROVE ULTRAMAN sebagai satu dari 13 tim yang akan mewakili Pertamina EP pada ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2019 Pertamina.

Tim ULTRAMAN dan 13 tim terbaik lainnya tersebut dihasilkan dari kegiatan Improvement Inovation Award (IIA) 2019 Pertamina EP yang digelar pada 7 Oktober-9 Oktober 2019 di IPC Corporate University, Bogor. Ke-13 tim tersebut terdiri atas 10 gugus CIP Original dan tiga gugus CIP Replikasi, yakni IP ATOM, FTP Unification, PCP Aladdin, PCP COBEK, PCP Mangkok Ajaib, PCP My Health, PCP OBHP, PCP Radja Tiga, PCP Sea- WAROC, PCP ULTRAMAN, RTP Supress, RTP Pee wee Gaskeun dan RTP CLASS G.

Selain Tim ULTRAMAN, Pertamina EP Asset 4 terpilih sebagai Best Performance Function dalam gelaran IIA 2019 Pertamina EP, dengan raihan rata-rata nilai tertinggi.

Kegiatan yang diikuti 129 tim ini dihadiri oleh top management BOD Pertamina EP, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H Samsu. Pada hari terakhir, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar tampil sebagai keynote speaker.

“Ini yang harus kami apresiasi. Setiap tahunnya jumlah risalah inovasi dan improvement meningkat 16 persen dari tahun lalu, yakni sebanyak 595 ide yang disampaikan,” kata Nanang.

Menurutnya, sebuah perusahaan harus memiliki kreatifitas dan inovasi. Tanpa hal tersebut, sebuah perusahaan bisa tertinggal dari perusahaan lainnya.

“Sebuah perusahaan yang tidak memiliki inovasi, dalam setahun saja bisa seolah-olah tertinggal selama 10 tahun. Karena itulah, saya berpesan kepada para insan mutu untuk terus kreatif dan inovatif,” tegas Nanang.

Wamen ESDM Archanda Tahar saat meninjau kegiatan Improvement Inovaton Award 2019 Petamina EP di IPC Corporate University, Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here