Dirjen Migas,Tutuka Ariadji (kiri), didampingi Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto (tengah), dan General Manager PHR Region-1 Zona-4, Agus Amperianto (kanan), saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pengeboran sumur Benuang D-2 (BNG-D2) di Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (19/1).

Palembang, Petrominer – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementrian ESDM, Tutuka Ariadji, meminta agar SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk terus melakukan upaya peningkatan migas. Di antaranya dengan mencari potensi-potensi cadangan yang ada untuk dapat diproduksikan dengan pengeboran dan teknologi yang tepat.

“KKKS harus bisa melakukan inovasi dan kemampuan keteknikan dengan interpretasi yang tepat untuk meningkatkan produksi dengan melakukan pengeboran dan teknologi yang tepat untuk digunakan,” ujar Tutuka dalam pertemuannya dengan SKK Migas dan 13 KKKS Wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) di Kota Palembang, Kamis (19/1).

Para KKKS tersebut adalah Pertamina Hulu Rokan Regional-1 Zona-4, Petrochina International Jabung Ltd, Medco E&P Indonesia South Sumatera Region, Odira Energi Karang Agung, Tiara Bumi Petroleum, Medco E&P Grissik Ltd, Sele Raya Merangin Dua, PHR Regional 1 Zona-1, Repsol Sakakemang, Jindi South Jambi B Ltd, Mont’dor Oil Tungkal, Tately N.V. dan Sele Raya Belida.

Sebelumnya, Dirjen Migas beserta rombongan melakukan kunjungan ke lokasi pengeboran sumur Benuang D-2 (BNG-D2), yang dioperasikan PHR Regional-1 Zona-4, Kunjungan kerja Dirjen Migas ke lokasi Sumur Benuang D-2 (BNG-D2) di  Prabumulih, Sumatera Selatan. Di lokasi, rombongan diterima secara langsung dan mendapat penjelasan dari General Manager PHR Region-1 Zona-4, Agus Amperianto.

Kunjungan lapangan yang dilanjutkan pertemuan dengan 13 KKKS di Wilayah Sumbagsel ini dilakukan Dirjen Migas dalam rangka mengawal upaya peningkatan produksi migas di wilayah Sumbagsel. Saat ini, sumur BNG-D2 masih dilakukan pengeboran dengan hari Operasi ke-22 dan diharapkan dapat berjalan dengan lancar dengan target produksi 458 BOPD.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas – KKKS di wilayah Sumbagsel karena sudah menyampaikan upaya peningkatan produksi serta kendala yang ada di Lapangan. Kementeria ESDM akan menyusun kebijakan dengan tepat,” ujar Tutuka.

Target Lifting

Dalam pertemuan itu, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, yang mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, memaparkan keberhasilan kinerja SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumbagsel yang telah berhasil mendapatkan tambahan produksi sebesar 14.187 barel minyak per hari (BOPD) dan 67,50 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Tambahan ini dicapai berkat hasil dari pengeboran sumur eksploitasi atau sumur pengembangan sebanyak 49 sumur.

Dengan adanya tambahan, jelas Bambang, realisasi produksi migas tahun 2022 dari Wilayah Sumbagsel adalah 69.729 BOPD minyak dan 1.787 MMSCFD gas. Produksi minyak ini sekitar 10 persen dari total produksi minyak nasional dan produksi gas capai 30 persen dari total produksi gas nasional.

Selain keberhasilan kegiatan pengeboran pengembangan, dalam rangka menambah cadangan migas, KKKS di Wilayah Sumbagsel juga telah berhasil menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 8 sumur sepanjang tahun 2022 lalu. Dari total sumur eksplorasi yang dibor, 6 sumur mendapatkan temuan hidrokarbon sebesar 4.396 barel minyak per hari dan gas 34,75 MMSCFD

“Keenam sumur tersebut adalah Sumur Wilela-01 (PHR Zona-4), Sumur JTB 2X (PHE Ogan Komering), Sumur SRT-1X (PHE Jambi Merang), Sumur Sungai Anggur Selatan-1 dan sumur Re-Entry Rimbo-1  (Sele Raya Belida) dan Sumur Flamboyan (Medco EP Indonesia). Sedangkan Sumur BDA-2X (PHE Ogan Komering) tidak mendapatkan hidrokarbon,” papar Bambang.

Dia menyampaikan target lifting untuk Wilayah Sumbagsel tahun 2023 telah ditetapkan dalam APBN 2023 sebesar 70.489 BOPD minyak dan 1.441 MMSCFD gas.

Untuk mengejar target lifting tersebut, SKK Migas dan KKKS telah menyusun beragam program kerja. Antara lain melakukan pengeboran eksploitasi atau pengembangan sebanyak 80 sumur pengembangan, kerja ulang (workover) sebanyak 113 sumur dan perawatan sumur sebanyak 2.257 sumur.

“Tidak hanya itu, ada juga proyek LTRO-1B di Medco Grissik Ltd yang diharapkan selesai tahun 2023 ini. Proyek ini diharapkan bisa menambah produksi gas sebesar 45 MMSCFD,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa KKKS Sumbagsel juga akan terus melakukan optimasi planned shutdown untuk mengejar target lifting migas tahun 2003.  Dengan begitu, ke depan diharapkan tidak terjadi unplanned shutdown.

“Untuk menambah cadangan migas di wilayah Sumbagsel, akan dilakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 12 sumur dan 7 survei seismik sepanjang tahun 2023 ini,” ujar Bambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here