Rig offshore pengeboran sumur eksplorasi West Belut-1 di Blok B West Natuna yang dioperasikan oleh Medco E&P Natuna.

Jakarta, Petrominer – Tahun 2020 ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) merayakan hari jadinya yang ke 40. Berbagai tantangan telah dilakoni dalam menjalankan bisnisnya, hingga kini terus tumbuh menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara.

Bagi manusia, usia 40 tahun merupakan masa keemasan dalam menapaki hidup. Inilah batas antara muda dan tua. Tidak lagi dikatakan muda, tetapi belum bisa dikatakan tua. Di usia ini, manusia dinilai telah mencapai kematangan baik dalam bertindak, bersikap maupun berpikir.

Bagi MedcoEnergi, pengalaman selama 40 tahun dimanfaatkan untuk terus bersaing dan setara dengan perusahaan terkemuka di dunia dalam mengoperasikan bisnis energi di tengah berbagai tantangan. Apalagi, ini merupakan tekad dan mimpi dari pendiri Medco Group, Arifin Panigoro, saat memulainya dengan bisnis jasa pengeboran migas pada tahun 1980. Kemudian berlanjut dengan mengakuisisi beberapa perusahaan hulu migas.

Seolah belum cukup hanya mengeksplorasi dan memproduksi migas di Indonesia, kehadirannya diperluas di Asia Tenggara dan belahan dunia lainnya. Tidak hanya migas, kelompok usaha MedcoEnergi juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas, panasbumi dan air di Indonesia melalui Medco Power Indonesia dan kepemilikan non-konsolidasi di Amman Mineral Nusa Tenggara yang mengoperasikan tembaga besar Indonesia dan tambang emas.

Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyatakan bahwa 40 tahun bukanlah waktu singkat untuk tetap bertahan. Berbagai tantangan pun telah dihadapi, bahkan saat pandemi Covid-19 mendera seperti saat ini.

“Berkat sukses menerapkan strategi yang tepat, kami mampu dan malahan bisa terus tumbuh menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara, dengan tiga segmen bisnis utama, yaitu minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan dan pertambangan,” ungkap Hilmi dalam acara Media Gathering yang digelar secara virtual, Selasa (8/12).

Memasuki tahun 2020, menurutnya, MedcoEnergi menghadapi tantangan luar biasa akibat pandemi Covid-19 serta rendahnya harga dan permintaan minyak dunia. Meski begitu, perusahaan nasional ini komitmen untuk terus melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan terus menghasilkan energi yang aman dan terjangkau bagi negara-negara di mana mereka beroperasi.

Fokus utamanya adalah memperkecil risiko penyebaran virus dengan menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan kontraktor, serta meminimalkan dampaknya terhadap operasional di seluruh wilayah kerja. Sebagai bagian dari anak bangsa, MedcoEnergi bersama Pemerintah dan masyarakat juga bahu-membahu melawan penyebaran Covid-19 serta dampak sosial dan ekonominya.

“Kami tengah menghadapi masa yang penuh tantangan. Penurunan permintaan energi yang cepat dalam menghadapi peningkatan produksi minyak merupakan tantangan bagi industri. Namun, dengan tekad dan pengalaman serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, MedcoEnergi akan mendukung Pemerintah untuk menjaga pasokan energi nasional sambil terus tumbuh seperti yang sudah dibuktikan selama 40 tahun penjalanannya,” ungkap Hilmi.

Selain meningkatkan kinerja, MedcoEnergi juga berkomitmen untuk menjaga keselamatan di wilayah kerja serta menjaga keberlangsungan bisnis dengan mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19 dari Pemerintah. Perusahaan ini telah mendukung masyarakat di wilayah operasi dalam memerangi Covid-19 dengan menyalurkan bantuan senilai miliaran rupiah dari dana perusahaan dan kontribusi Pekerja yang telah didistribusikan oleh Medco Foundation.

“Kami melakukan penyesuaian program pemberdayaan masyarakat. Seperti mendorong produksi masker kain, APD, washtafel portabel pada masyarakat binaan MedcoEnergi. Ada juga program peningkatan kompentisi guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh, serta gerakan pekerja Medco Peduli Pendidikan yang menyalurkan 1.000 gawai dan 100 wi-fi untuk anak-anak di sekitar wilayah operasi,” paparnya.

Wilayah operasi MedcoEnergi, baik di migas, energi maupun pertambangan (Per 30 September 2020).

Target 1 Juta Barel

Dalam kesempatan itu, Hilmi secara tegas menyatakan mendukung upaya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), MedcoEnergi telah menetapkan empat hal. Pertama, meminimalisasi laju penurunan alami produksi (decline rate). Kedua, segera memonitasi temuan-temuan cadangan migas terbaru. Ketiga, meningkatkan penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan migas mature. Dan keempat, tetap meningkatkan kegiatan eksplorasi.

“Keempat hal ini telah dilakukan MedcoEnergi secara pararel. Dan SKK Migas pun mendukung untuk mengaklerasinya,” tegasnya.

Dalam laporan kinerjanya, MedcoEnergi menyebutkan bahwa program pengeboran dua anjungan sumur di Kerisi, Laut Natuna Selatan, Block B PSC, bulan Juli 2020 lalu telah meningkatkan produksi minyak dan kemampuan pengiriman gas. Sementara penemuan gas hasil eksplorasi komersial di sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 akan dipercepat proses pengembangannya pada tahun 2021-2022, bersamaan dengan pengembangan Hiu yang telah direncanakan sebelumnya.

Komitmen Keberlanjutan

Hilmi juga menyampaikan tiga pilar Environment, Social and Governance (ESG) dalam upaya mendukung fokus keberlanjutan MedcoEnergi, kepemimpinan dari dan oleh pekerja, Pengembangan sosial dan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Untuk fokus pertama, MedcoEnergi menginvestasikan US$ 3,5 juta untuk training dan pendidikan pengembangan kepemimpinan. Perusahaan menetapkan porsi 31 persen peran tata kelola dijabat oleh pekerja wanita. Sementara komitmen terhadap Anti Korupsi diisi dengan bebagai inisiatif, termasuk ISO 37001 Certification Anti Bribery Management System.

Untuk pengembangan sosial dan lingkungan hidup, MedcoEnergi komitmen mengurangi konsumsi energi sebesar 8 persen dan pengurangan intensitas emisi sebesar 19 persen dalam satu tahun. Perusahaan juga menginvestasikan program keanekaragaman-hayati yang beragam dan lebih dari 1 juta pohon telah ditanam di sekitar wilayah operasi sejak tahun 2012 lalu.

Untuk fokus ketiga, MedcoEnergi menginvestasikan US$ 3,9 juta dalam program pemberdayaan masyarakat. Mendorong program penyediaan akses sanitasi, air bersih dan listrik kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here