, , , ,

Ini Rincian Proyek Ekosistem Baterai Listrik yang Diresmikan Presiden

Posted by

Jakarta, Petrominer – Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah meresmikan proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi. Proyek ini digarap oleh konsorsium PT Aneka Tambang Tbk bersama Indonesia Battery Corporation dan perusahaan joint venture CATL, Brunp, dan Lygend (Konsorsium ANTAM-IBC-CBL).

Dalam paparannya, Bahlil mengatakan proyek ini akan memiliki kapasitas produksi baterai kendaraan listrik 6,9 Giga Watt Hour (GWh), yang kemudian akan ditingkatkan menjadi 15 GWh. Kapasitas ini akan mengokohkan posisi Indonesia sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

Proyek industri baterai listrik terintegrasi ini juga merupakan ekosistem baterai berbasis nikel terintegrasi pertama di dunia. Ekosistem ini mulai dari pertambangan nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara, hingga produksi baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.

Di kawasan industri energi baru Feni Haltim (FHT) Halmahera Timur, proyek ini mencakup lima subproyek utama, yaitu:

  1. Pertambangan nikel senilai US$ 500 juta (sekitar Rp 7,6 triliun) dengan kapasitas 10 juta ton per tahun,
  2. RKEF (Rotary Klin Electric Furnace) senilai US$ 1,4 miliar (Rp 22,4 triliun) dengan kapasitas 88 ribu tonFeNi per tahun,
  3. HPAL (High Pressure Acid Leach) senilai US$ 1,9 miliar (Rp 30,4 triliun) dengan kapasitas 55 ribu ton MHP per tahun,
  4. Material Baterai Katoda senilai US$ 700 juta (Rp 11,2 triliun) dengan kapasitas per tahun sebesar 16 ribu ton Ni Nikel Sulfat, 30 ribu ton Ni Prekursor, dan 30 ribu ton Ni Material Aktif Katoda,
  5. Daur ulang baterai senilai US$ 200 juta (Rp 3,2 triliun) dengan kapasitas 20 ribu ton per tahun.

Satu subproyek lainnya berlokasi di Karawang, yakni Proyek Sel Baterai senilai US$ 1,2 miliar (Rp 19,2 triliun) dengan kapasitas 15 GWh.

“Secara keseluruhan, proyek ini mencakup rencana investasi hingga hampir US$ 6 miliar dengan potensi penciptaan 35 ribu lapangan kerja secara langsung dan tidak langsung, serta berkontribusi US$ 42 miliar kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahunnya,” ungkap Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *