Salah satu sesi Pelatihan dan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Tarakan, Petrominer – Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa pada semua bidang, termasuk pendidikan. Pandemi ini telah mengubah proses belajar dari tatap muka langsung menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pada kondisi ini, para tenaga pendidik tetap melaksanakan kewajibannya untuk mengajarkan pelajaran pada siswa.

Dalam upaya membantu kesuksesan PJJ, PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) Aset Tarakan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para guru dan kepala sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah ini digelar secara daring selama dua bulan, sejak Kamis (3/9) dan berakhir Sabtu (24/10).

VP Relation & Security Medco E&P Indonesia, Drajat Panjawi, berharap program ini dapat benar-benar meningkatkan kapasitas guru, sehingga proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dapat berjalan baik dan optimal.

“Kami berkomitmen akan terus membantu masyarakat dari berbagai aspek dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini,” ujar Drajat, Jum’at (13/11).

Dia menjelaskan, kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan School of Universe, sebuah lembaga penggagas konsep sekolah alam yang berpengalaman di dalam dan luar negeri. Kegiatan pelatihan dipimpin langsung oleh ahlinya, yakni Lendo Novoni, dengan melibatkan guru dan kepala sekolah dari tujuh sekolah dasar di Kota Tarakan.

“Selama kegiatan, mereka mendapatkan pembekalan untuk penyiapan modul PJJ dan pendampingan online,” ungkap Drajat.

Tak hanya guru, orang tua juga mendapatkan pembekalan untuk mendampingi anak sesuai konsep belajar menyenangkan dan kreatif.

Menurut Lendo Novo, konsep pembelajaran online atau daring tidak hanya menerapkan pembelajaran dengan internet saja. Pembelajaran juga harus menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menstimulas bakat dan kreativitas. Untuk itu, harus direncanakan dengan mempertimbangkan lingkungan murid dan masyarakat.

“Tidak cukup guru di kelas saja, manajemen sekolah juga beradaptasi dan memerlukan keterlibatan orangtua sebagai fasilitator utama anak. Metode penyampaian kurikulum dalam PJJ sangat disesuaikan dengan kondisi lingkungan murid,” jelasnya.

Alamsyah, guru SDN 047 yang ikut pelatihan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih pada Medco E&P yang memfasilitasi kegiatan ini. Dalam kondisi ini, para guru dituntut kreatif dalam menyampaikan metode pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara Saenabe, Ketua Gugus Tujuh yang membawahi sekolah di Kelurahan Mamburungan dan Mamburungan Timur, menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dalam memberikan pembelajaran di masa pandemi. Dia pun berharap para guru yang ikut pelatihan dapat mengembangkan kemampuan dalam membuat silabus pembelajaran dengan metode tematik integratif sehingga siswa tidak bosan belajar dari rumah.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin. Malahan, dia berharap Medco E&P dapat terus melaksanakan pelatihan yang bermanfaat bagi guru.

Malahan, para peserta pelatihan juga berhasil menerbitkan buku setebal 267 halaman. Isinya, modul pembelajaran tematik integratif yang dapat diaplikasikan dalam PJJ di sekolah.

Belajar Sambil Bekerja

Dalam proses pendampingan orangtua siswa, diketahui banyak dari mereka yang mengeluhkan soal cara mengajar anak. Pasalnya, para orangtua siswa tersebut mengaku harus tetap bekerja ke sawah, ladang atau tambak.

“Kami kan harus bekerja sementara di sana tidak ada alat komunikasi,” ujar salah satu orangtua siswa.

Namun tim School of Universe berhasil memberikan penjelasan dan solusi jitu. Apalagi dalam pendampingan tersebut, menurutnya, anak-anak tidak harus terus belajar dengan menggunakan gadget. Anak-anak dapat belajar sambil bekerja membantu orangtua, baik di sawah, ladang atau tambak sesuai tema pembelajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here