Jakarta, Petrominer – Pemerintah Indonesia dan Internasional Energi Agency (IEA) telah sepakat untuk melanjutkan kerjasama. Ini sebagai upaya mengakselerasi pencapaian Net-Zero Emissions (NZE) melalui Joint Work Programme dalam berbagai sektor energi.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menjelaskan, kesepakatan untuk melanjutkan kerjasama tersebut ditandatangani oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dan Executive Director IEA, Fatih Birol, dalam acara Berlin Energy Transitions Dialogue (BETD) di Berlin tanggal 29 Maret 2022. Kesepakatan itu dituangkan dalam Joint Work Programme (JWP) Kementerian ESDM-IEA 2022-2023.
“Seiring dengan berlanjutnya kerjasama bersama IEA sebagai Key Strategic Partner, Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus membangun kerjasama dalam memaksimalkan pencapaian NZE,” ujar Agung, Selasa (5/4).
Usai menandatangani dokumen tersebut, menurutnya, Menteri ESDM menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan untuk mencapai kesamaan kita untuk mempercepat pencapaian transisi energi Indonesia dan target NZE.
“Dukungan IEA akan memperkuat kolaborasi kami dalam Data dan Statistik Energi, Keamanan Energi, Tanggap Darurat dan Kebijakan, Peningkatan Sektor Tenaga, Bioenergi, Efisiensi Energi, Energi dan Teknologi Bersih, Kerangka Evaluasi Kebijakan Energi, dan Kepemimpinan Energi Global,” ungkap Agung mengutip Menteri ESDM.
Kementerian ESDM telah bekerja sama erat dengan IEA sebagai mitra strategis, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Program Kerja Bersama untuk 2022-2023 ini telah melalui proses yang panjang dan penuh pertimbangan. Indonesia dan IEA tengah mengembangkan peta jalan NZE yang komprehensif, yang akan membantu memandu transisi energi Indonesia selama beberapa tahun dan dekade mendatang.








Tinggalkan Balasan