Harga batubara saat ini sedang mengalami fluktuasi.

Jakarta, Petrominer — PT Indika Energy Tbk kembali mencatatkan kinerja negatif di sepanjang 2016. Mengutip laporan keuangan konsolidasi perusahaan, emiten bertiker INDY tersebut mengalami rugi bersih sebanyak US$104,23 juta, meningkat 35,6% ketimbang posisi tahun 2015 yang berada di angka US$76,84 juta.

Sedangkan dari sisi pendapatan usaha, manajemen Indika hanya mampu membubuhkan pendapatan bersih US$775,33 juta, turun 29,3% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai US$1,09 miliar. Sementara untuk beban pokok kontrak dan penjualan perusahaan tahun lalu posisinya tercatat berada pada angka US$686,53 juta, menurun US$322,43 juta dari US$1,00 miliar di sepanjang 2015 dengan beban bunga perseroan berada pada di level US$34,87 juta.

Alhasil, dengan negatifnya kinerja keuangan perseroan 2016 menyebabkan rugi bersih saham INDY berada pada angka Rp130 per saham.

Efisiensi

Seperti diketahui, menyusul masih rendahnya harga batubara manajemen Indika Energy telah memiliki sejumlah strategi. Dalam keterangannya di awal tahun ini, guna menyiasati kondisi bisnis pertambangan yang masih lesu manajemen berencana memangkas jumlah direksi dari 7 menjadi 3 orang. Tak hanya itu, perseroan yang memiliki banyak konsensi tambang batubara di kawasan Kalimantan tersebut juga berencana memangkas beban operasional hingga melakukan renegosiasi terhadap kontrak-kontrak besar yang dimiliki.

Tahun ini, manajemen Indika Energy mematok besaran produksi pada angka 32 juta ton atau sama seperti produksi tahun sebelumnya. Sementara untuk besaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan di tahun 2017 mencapai US$80 juta atau meningkat US$41,8 juta dibandingkan besaran belanja modal tahun lalu yang hanya mencapai US$38,2 juta. Di mana mayoritas belanja modal akan digunakan untuk membiayai ekspansi PT Petrosea Tbk (PTRO).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here