
Indramayu, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang dan semakin kompetitif. Salah satunya dengan menjembatani dunia pendidikan dan industri energi nasional.
Sabtu (23/5) lalu, Pertamina Drilling menerima kunjungan puluhan Student Presenter & Student Volunteer IPA Convex 2026 di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Indramayu, Jawa Barat. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pasca IPA Convex 2026, diikuti sekitar 59 peserta yang terdiri dari Student Presenter, Student Volunteer, serta Technical Program Committee dari 20 kampus di Indonesia.
“Pertamina Drilling ingin membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia industri migas secara lebih nyata. Tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan melalui fasilitas pelatihan yang kami miliki di IDTC,” ujar Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pertamina Drilling, Jufrihadi.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Pertamina Drilling terhadap pengembangan kompetensi generasi muda. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang dan semakin kompetitif.
Pengalaman Langsung
Melalui kunjungan ini, para mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai industri energi dan migas di fasilitas pengeboran milik Pertamina Drilling tersebut. Mulai dari pembelajaran di kelas hingga praktik lapangan.
Dalam sesi kelas, mahasiswa menerima materi dasar mengenai industri energi dan migas. Di antaranya, sejarah industri migas, pengenalan drilling rig, organisasi dalam proses pengeboran sumur, hingga proses perencanaan pengeboran (well planning process).
Setelah sesi kelas, mahasiswa diajak mengunjungi langsung fasilitas Rig 150 HP dan berbagai fasilitas pelatihan di IDTC untuk melihat aktivitas dan peralatan pengeboran secara lebih dekat.
Chief of Technical Program Sub Committee IPA Convex 2026, Siti Sitawati, mengapresiasi dukungan Pertamina Drilling yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal industri migas secara langsung.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang industri energi nasional. Mereka tidak hanya mendapatkan teori di kampus, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses dan teknologi pengeboran dijalankan di lapangan,” ujar Siti.
Taip Gegetu (23), mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua, jurusan Teknik Kimia, mengaku takjub bisa melihat langsung rig pengeboran migas untuk pertama kalinya.
“Selama ini saya hanya melihat rig dari video atau gambar di kelas. Saat melihat langsung ukurannya dan bagaimana proses pengeboran dilakukan, saya sangat kagum dan semakin tertarik mendalami industri migas,” ujar Taip.

Peningkatan Kompetensi
Manager IDTC, Chair Rony, mengatakan IDTC memang dirancang sebagai pusat pelatihan terpadu guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja industri pengeboran migas.
“Melalui fasilitas yang ada di IDTC, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mendekatkan peserta dengan kondisi operasional sebenarnya di lapangan,” ujar Chair Rony.
Sementara Manager Account Region 4,5 dan Geothermal, Afriansyah, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan menjembatani dunia pendidikan dengan industri energi nasional.
“Kami berharap mahasiswa memiliki exposure lebih luas terhadap dunia kerja dan memahami tantangan industri energi ke depan. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan kompetensi yang relevan dan siap menjadi talenta unggul bagi industri migas Indonesia,” katanya.









Tinggalkan Balasan