Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2018-2019.

Jakarta, Petrominer – Harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2019 kembali melemah setelah sempat menguat sebulan sebelumnya. Tentunya, kondisi serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia bulan Agustus 2019 tercatat sebesar US$ 57,27 per barel. Angka ini turun US$ 4,05 per barel dari US$ 61,32 per barel pada bulan sebelumnya.

Menurut Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, ICP SLC juga mengalami penurunan cukup besar menjadi US$ 57,97 per barel, turun US$ 4,01 per barel dari US$ 61,98 per barel.

“Penurunan harga ini diperkirakan bertahan sepanjang bulan Septenber 2019. Pasalnya, berdasarkan publikasi OPEC MOMR bulan Agustus 2019, terdapat penurunan estimasi pertumbuhan perekonomian dunia tahun 2019 sebesar 0,1 persen menjadi 3,1 persen,” tulis laporan Tim Harga yang didapatkan Petrominer, Selasa (10/9).

Penurunan harga minyak mentah juga disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kekhawatiran pasar atas perlambatan perekonomian dunia sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China, di mana Presiden Amerika Serikat mengumumkan tarif impor baru untuk sisa barang dan jasa China senilai US$ 300 miliar, yang kemudian diikuti oleh penurunan nilai mata uang Tiongkok terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, terjadi penurunan estimasi pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) bulan Agustus 2019, terdapat penurunan 100 ribu barel per hari (bph) menjadi 1,1 juta bph. Sementara publikasi OPEC bulan Agustus 2019, melaporkan terdapat revisi turun sebesar 40 ribu bph menjadi 1,14 juta bph.

“Berdasarkan publikasi OPEC MOMR bulan Agustus 2019, terdapat peningkatan suplai minyak mentah dunia bulan Juli 2019 dibandingkan Juni 2019 sebesar 230 ribu bph menjadi 98,71 juta bph yang dipicu oleh peningkatan produksi dari negara- negara Non OPEC,” papar Tim Harga.

Tim Harga juga melaporkan bahwa produksi minyak mentah OPEC bulan Juni 2019 turun 68.000 bph menjadi 29,8 juta bph. Pengurangan produksi ini diduga sebagai penyebab kenaikan harga minyak.

“Selain pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC, peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga ditengarahi menjadi salah satu penyebab penurunan ICP Agustus 2019,” urainya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan impor minyak mentah Jepang sebesar 265 ribu bph menjadi 2,8 juta bph dan India sebesar 340 ribu bph menjadi 4,1 juta bph.

Selain itu, terdapat pertanda awal potensi perlambatan ekonomi India yang nampak pada penurunan suku bunga oleh Bank of India sebesar 0,35 poin pada bulan Agustus 2019.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2018-2019.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2019 dibandingkan Juli 2019:

  • Dated Brent turun US$ 5,04 per barel dari US$ 64,04 per barel menjadi US$ 59,00 per barel.
  • WTI (Nymex) turun US$ 2,71 per barel dari US$ 57,55 per barel menjadi US$ 54,84 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 5,11 per barel dari US$ 64,71 per barel menjadi US$ 59,60 per barel.
  • Brent (ICE) turun US$ 4,71 per barel dari US$ 64,21 per barel menjadi US$ 59,50 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here