Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2019-2020.

Jakarta, Petrominer – Meredanya ketegangan perang dagang antara AS-Cina dan respon positif pasar atas pengembangan vaksin Covid-19 telah memperkuat harga harga minyak dunia selama bulan Agustus 2020. Kondisi ini juga ikut mendorong kenaikan rata-rata harga harga mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Berdasarkan perhitungan Formula ICP, rata-rata minyak mentah Indonesia pada Agustus 2020 mencapai US$ 41,63 per barel. Angka ini naik sebesar US$ 0,99 per barel dari US$ 40,64 per barel pada bulan sebelumnya.

Penetapan ICP Agustus 2020 ini tercantum dalam Kepmen ESDM Nomor 158 K/12/MEM/2020 yang ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 3 September 2020. Kenaikan harga juga dialami ICP SLC yang mencapai US$ 43,22 per barel, atau naik US$ 0,99 per barel dari US$ 42,23 per barel pada Juli 2020.

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, beberapa faktor yang mendukung kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional antara lain tingkat kepatuhan OPEC+ terhadap kesepakatan pemotongan produksi yang mencapai 95 persen dan rencana pemotongan produksi beberapa negara OPEC+ di bulan Agustus dan September 2020 sebagai kompensasi atas kelebihan produksi di bulan Mei – Juli 2020.

“Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi pula oleh meredanya ketegangan perang dagang antara AS-Cina yang ditandai dengan rencana Cina untuk mengimpor minyak mentah AS sebesar 20 juta barel di bulan Agustus dan September 2020 sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase 1, serta respon positif pasar atas pengembangan vaksin Covid-19,” tulis Tim Harga laporannya yang diperoleh Petrominer, Sabtu (5/9).

Lebih lanjut, Tim Harga memaparkan laporan OPEC bulan Agustus 2020 yang menyebutkan adanya tren ekonomi yang positif dengan pulihnya sektor jasa, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan yang melebihi perkiraan, yang secara umum mendukung pasar ekuitas. Tidak hanya itu, OPEC juga menyatakan bahwa margin kilang secara global mulai pulih di bulan Juli 2020 karena meningkatnya aktivitas tansportasi sebagai efek dari pelonggaran lockdown di beberapa Negara.

Faktor lainnya adalah laporan Energy Information Administration (EIA) yang menyebutkan adanya penurunan stok minyak mentah dan gasoline AS pada bulan Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020.

“Antisipasi atas badai tropis Marco dan Laura menghentikan 84 persen dari produksi minyak di US Gulf (1,56 juta BOPD) di akhir bulan Agustus 2020 sehingga menurunkan supply minyak mentah AS, dan juga mempengaruhi kenaikan harga minyak,” tulis Tim Harga.

Sementara Untuk kawasan Asia Pasifik, penguatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya GDP Cina pada Triwulan II-2020 sebesar 3,2 persen dibandingkan Triwulan I-2020, yang menandai pemulihan pertama dalam ekonomi dunia sejak adanya pandemi Covid-19.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama internasional pada Agustus 2020 sebagai berikut:

  • Dated Brent naik US$ 1,47 per barel menjadi US$ 44,82 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 1,62 per barel menjadi US$ 42,39 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 1,72 per barel menjadi US$ 45,14 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 1,80 per barel menjadi US$ 45,02 per barel.
Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2019-2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here