Jakarta, Petrominer – Penurunan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) telah ikut menekan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) bulan April 2020. HIP biodiesel ditetapkan sebesar Rp 8.019 per liter, atau turun Rp 914 per liter dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 8.933 per liter.

“Turunnya harga biodiesel didorong turunnya harga CPO Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) rata-rata per tanggal 15 Pebruari sampai 14 Maret 2020 yang tercatat sebesar Rp 7.806 per kg,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, Sabtu (28/3).

Agung menjelaskan, besaran nilai tersebut belum termasuk ongkos angkut yang mengikuti ketentuan Keputusan Menteri ESDM Nomor 148 K/10/DJE/2019. Sementara Harga CPO KPB pada periode sebelumnya sebesar Rp 8.901 per kg.

“Secara rinci perhitungan harga biodiesel tersebut didapat formula HIP = (rata-rata CPO KPB + 100 US$/ton) x 870 kg/m3 + ongkos angkut,” paparnya.

Selanjutnya, harga BBN tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan mandatori B30 (campuran 30 persen biodiesel dalam minyak solar) dan berlaku untuk seluruh biodiesel yang digunakan dalam pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

Berbeda dengan biodiesel, HIP BBN Bioetanol bulan April 2020 justru naik Rp 749 per liter dari bulan Maret 2020, menjadi Rp 11.210 per liter.

Menurut Agung, kenaikan ini dipicu naiknya harga tetes tebu KPB rata-rata per tanggal 15 Nopember 2019 sampai 14 Maret 2020, yang berada pada angka Rp 1.863 per kg. Pada periode 15 Oktober 2019 s.d. 14 Februari 2020, harga tetes tebu KPB rata-rata Rp 1.708 per kg.

“Rincian perhitungan HIP Bioetanol adalah HIP = (Harga Tetes Tebu KPB Rata-Rata Periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + 0,25 US$/L,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here