Jakarta, Petrominer – Turunnya harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) beberapa waktu terakhir telah mempengaruhi Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) bulan Nopember 2019. HIP biodiesel ini ditetapkan sebesar Rp 7.157 per liter, atau turun Rp 201 per liter dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 7.358 per liter.

“Ketetapan ini mulai efektif berlaku 1 Nopember 2019 sesuai yang tertera pada Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 2765/12/DJE/2019,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, Kamis (31/10).

Selanjutnya, HIP BBN tersebut akan dipergunakan sebagai dasar dalam pencampuran B20 (campuran 20 persen biodiesel pada minyak solar). Dan juga berlaku untuk pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

Menurut Agung, Harga rata-rata CPO Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 September hingga 14 Oktober 2019 mencapai Rp 6.813 per kg, selisih Rp 225 per kg dari bulan periode sebelumnya.

Besaran harga HIP BBN untuk jenis Biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula HIP = (Rata-rata CPO KPB + 100 US$/ton) x 870 Kg/m3 + Ongkos Angkut. Besaran ongkos angkut pada formula perhitungan harga biodiesel mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 148 K/12/DJE/2019.

Sebaliknya, kenaikan harga terjadi pada HIP Bioetanol. Setelah dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan, yaitu (Rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + US$ 0,25 per liter, didapatkan harga Rp 10.297 per liter untuk HIP BBN bulan Nopember 2019. Harga ini naik Rp 24 per liter dari bulan Oktober 2019 yang sebesar Rp 10.273 per liter.

“Kenaikan ini berdasarkan kenaikan rata-rata tetes tebu KPB senilai Rp 1.639 per kg dibandingkan perhitungan periode sebelumnya yang hanya Rp 1.631 per kg,” jelas Agung.

HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE. Untuk konversi nilai kurs menggunakan referensi rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 September hingga 14 Oktober 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here