Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, didampingi Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, saat mengunjungi Posko Informasi Tagihan Listrik di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (20/5).

Jakarta, Petrominer – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyatakan bahwa kenaikan tagihan listrik yang akhir-akhir ini dialami oleh sejumlah pelanggan disebabkan adanya kenaikan penggunaan listrik oleh masyarakat, bukan karena kenaikan tarif listrik. Pelanggan pun diminta untuk melakukan pengecekan konsumsi listrik sebelum melakukan pengaduan terkait tagihan listrik.

Hal itu disampaikan Tulus usai mengunjungi Posko Informasi Tagihan Listrik di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (20/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan pengaduan pelanggan terkait isu kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh sebagian warga menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH).

“Saya apresiasi langkah PLN untuk membuka posko khusus penanganan pengaduan tagihan listrik, meskipun sudah ada Contact Center PLN 123, dalam kondisi seperti ini posko khusus sangat penting,” ungkapnya.

Ke depan, Tulus mengimbau agar PLN melakukan edukasi agar pelanggan dapat menggunakan listrik dengan bijak selama pandemi Covid-19.

Dia memahami bahwa sebagian besar masyarakat pasti mengalami shock dengan kenaikan tagihan listrik yang dirasa cukup signifikan, sehingga ada berbagai macam dugaan negatif yang ditujukan ke PLN. Salah satunya adalah PLN melakukan kenaikan tarif secara diam-diam. Namun, dia meyakini bahwa PLN tidak mungkin menaikkan tarif listrik semena-mena karena terdapat regulasi yang ketat mengenai besaran dan pemberlakuan tarif listrik.

“Tarif listrik ini sangat regulated. PLN tidak bisa menaikan tarif sendiri, tarif ini ditetapkan oleh Pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, YLKI meminta kepada pelanggan listrik untuk segera mengadu kepada PLN jika tagihan listriknya melonjak. Namun sebelum mengadu ke PLN, pelanggan juga diminta untuk aktif melakukan pengecekan pada posisi konsumsi listrik terakhir. Ini bisa menjadi perbandingan dengan konsumsi listrik yang terjadi pada bulan sebelumnya.

“Sebelum mengadu ke PLN, sebaiknya konsumen mengecek dahulu posisi pemakaian kWh bulan terakhir dengan pemakaian kWh bulan sebelumnya,” kata Tulus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here