GITET Wotu 250 MVA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu GITET terbesar di Indonesia Bagian Timur.

Makassar, Petrominer – PT PLN (Persero) berhasil merampungkan penambahan kapasitas dan energize (pemberian tegangan perdana) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Wotu sebesar 250 Mega Volt Ampere (MVA). GITET ini, yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi GITET dengan kapasitas terbesar di Indonesia Bagian Timur.

Sebelumnya, GITET Wotu Extension (Ext) 275/150kV memiliki kapasitas IBT sebesar 90 MVA. Penambahan kapasitas ini merupakan upaya PLN untuk menghadirkan listrik yang berkualitas dan handal, khususnya di Pulau Sulawesi.

“Dengan energize-nya GITET Wotu ini akan membuat pasokan listrik semakin handal. Ini akan membuka peluang lebih besar untuk pertumbuhan investasi dan ekonomi. Peningkatan kapasitas IBT pada GITET ini diharapkan juga dapat meningkatkan pasokan daya listrik di Sulawesi Tenggara,” ujar General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis, Jum’at (8/10).

Dalam pembangunan GITET Wotu, jelas Anis, PLN mengedepankan penggunaan komponen dalam negeri. GITET Wotu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44 persen. Angka tersebut lebih besar dari persentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54 Tahun 2021. Permen tersebut menyebutkan secara rinci persentase minimum TKDN yang harus dipenuhi dalam setiap jenis proyek infrastruktur ketenagalistrikan bergantung kapasitasnya, baik untuk pembangkit, gardu induk, maupun transmisi.

“Kami senantiasa meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLN. Penggunaan TKDN di berbagai proyek kelistrikan, terutama dalam masa pandemi Covid-19, diharapkan dapat memacu perekonomian nasional,” ungkapnya.

Menurut Anis, kebutuhan listrik di Sulawesi diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya industri smelter. Kebutuhan listrik untuk fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi diproyeksikan lebih dari 6.000 MVA.

Sebelumnya, PLN telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik sebesar 738 MVA dengan beberapa perusahaan seperti Arafura Surya Alam di Sulawesi Utara, PT Banyan Tumbuh Lestari di Gorontalo, PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, PT Ceria Nugraha Indotama, PT Bintang Smelter Indonesia dan PT Macika Mineral Industri di Sulawesi Tenggara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here