Perayaan HUT PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ke 40 tahun, Selasa (2/3). Ditandai dengan peresmian dua program SR, yakni PLTS Tanjung Raja dan fasilitas Objek Wisata PTBA di Tanjung Enim.

Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merayakan hari jadinya yang ke-40 tahun, Selasa (2/3). Hampir separuh abad beroperasi, PTBA sebagai perusahaan pertambangan batu bara dalam negeri terus berbakti dan berkontribusi optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga menjaga ketahanan energi nasional.

Perayaan HUT PTBA kali ini ditandai dengan peresmian dua program Corporate Sosial Responsibility (CSR), yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Raja dan fasilitas sosial berupa Objek Wisata PTBA di Tanjung Enim.

Tidak sekadar seremonial peresmian, perayaan tahun ini terasa istimewa karena capaian-capaian PTBA yang kini tengah bertransformasi dan memiliki visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

“Perjalanan PTBA menjadi seperti saat ini tentunya tidak mudah. Menempuh segala badai dan ujian, kita bisa tetap membuktikan dengan mencatat kinerja positif dan sederet prestasi lainnya. Terutama di masa-masa berat seperti ini,” ujar Direktur Utama PTBA, Arviyan Arivin.

Produksi PTBA kian menggeliat, ekspor meningkat, dan pemenuhan kebetuhan pasokan energi dalam negeri tetap menjadi prioritas perusahaan. Bahkan, di tengah pandemi tahun 2020 lalu, perusahaan ini tetap mampu mencetak kinerja positif dan membukukan laba.

Beyond Coal yang menjadi jargon PTBA terus direalisasikan, satu demi satu proyek hilirisasi untuk menggenjot nilai tambah batu bara dan ekspansi bisnis ke energi baru dan terbarukan mulai berjalan,” ungkap Arviyan.

Dia pun memaparkan sejumlah prestasi PTBA sampai ini. Mulai dari PLTU Sumsel 8 yang mencapai progress konstruksi 70 persen per Januari 2021. Pembangkit listrik mulut tambang terbesar dan efisien di Indonesia ini siap beroperasi komersial Unit-1 pada Desember tahun ini, dan Unit-2 pada Maret 2022.

Gasifikasi batu bara menjadi Dymethil Ether atau DME juga sudah di depan mata. Pabrik gasifikasi yang akan berada di Kawasan Industri Tanjung Enim (Bukit Asam Coal Based Industrial Estate / BACBIE) ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Perjanjian Kerja sama atau Cooperation Agreement antara PTBA, Pertamina, dan Air Products Chemical Inc sudah ditandatangani pada 11 Februari 2021. Tinggal menghitung waktu agar pabrik bisa berjalan dan menghasilkan produk DME yang bisa menjadi produk substitusi LPG yang impornya kian bertambah setiap tahunnya.

“Artinya, produk DME yang akan dihasilkan PTBA menjadi kunci penting untuk penyelamatan devisa negara, sekaligus terobosan pemanfataan batu bara di Indonesia. PTBA sebagai pelopor patut berbangga atas prestasi ini,” ujar Arviyan.

Ekspansi bisnis PTBA ke sektor energi baru dan terbarukan juga bukan wacana, dengan bukti Commercial Operation Date (CoD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura 2.

Saat ini, PTBA sedang menyiapkan PLTS lahan bekas tambang di Ombilin, Sumatera Barat, dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan kapasitas masing-masing mencapai 200 Megawatt (MW) dan direncanakan beroperasi mulai tahun 2022.

Kontribusi PTBA

Lebih lanjut, Arviyan menyampaikan bahwa PTBA selalu mengingat peran penting masyarakat sekitar dalam mendukung kinerja perusahaan. Sebagai apresiasi atas dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan selama ini, di tahun 2020 PTBA mengalokasikan dana sebesar Rp 128 miliar untuk membangun gedung olahraga baru, perbaikan venue Jakabaring Sport City, dan pembangunan fasilitas umum serta kendaraan pendukung tugas di Provinsi Sumatra Selatan.

“Alokasi dana ini masuk dalam program CSR PTBA yang didukung dan telah ditandatangani oleh Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. Program Kerjasama ini berlangsung sejak 2019 sampai selesai pembangunan pada 2021,” ungkapnya.

Terdapat sebanyak 11 Stadion/Gedung Olahraga baru. GOR tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan.

Bersama dengan Pemerintah Daerah, PTBA juga turut turun tangan memerangi wabah pandemi Covid-19. Selama 2020, PTBA tercatat telah mengucurkan donasi lebih dari Rp 25,5 miliar .

Donasi ini antara lain berupa bantuan alat Polymerase Chain Reaction atau PCR dan renovasi laboratorium rumah sakit dengan total senilai Rp 5,09 miliar. Lalu bantuan alat Kesehatan, bantuan langsung ke masyarakat maupun komunitas, sarana dan prasarana untuk mendukung protokol Kesehatan, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19, dan lainnya yang mencapai Rp 20 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here