, ,

Pemulihan Tanah Terkontaminasi di WK Rokan Terus Berjalan

Posted by

–

Pekanbaru, Petrominer – Pelaksanaan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Wilayah Kerja (WK) Rokan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di bawah pengawasan SKK Migas serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan program ini secara bertahap untuk mengembalikan fungsi lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengatakan bahwa dari sisi pelaksanaan, kolaborasi antara PHR, KLH, dan SKK Migas terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga pertengahan tahun 2026, persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) telah diterbitkan oleh KLH untuk 63 lokasi pemulihan.

“Dari lokasi-lokasi tersebut, 20 lokasi telah selesai dengan 17 lokasi diantaranya telah mendapatkan SSPLT adapun sisanya tengah dalam proses evaluasi keberhasilan maupun pelaksanaan kegiatan fisik pemulihan sesuai tahapan dan persetujuan yang telah diberikan regulator,” ungkap Sebastian, Selasa (11/8).



Sebelum kegiatan fisik pemulihan dapat dilaksanakan, PHR perlu mendapatkan persetujuan RPFLH dari KLH. Tahapan persiapan ini diperlukan sebagai langkah awal dalam rangka mengidentifikasi luasan dan volume yang harus dipulihkan, serta merumuskan metode/teknologi pemulihan yang akan digunakan spesifik berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi, baik secara bioremediasi, fitoremediasi, atau teknologi lain yang disetujui regulator.

Setelah kajian teknis selesai dan akses lahan diperoleh, selanjutnya PHR dapat mengajukan usulan RPFLH kepada KLH. Saat ini, sekitar 150 lokasi terus berproses dalam tahap persiapan ini.

VP Remediation & Asset Retirement PHR, Ovulandra Wisnu, menegaskan bahwa program pemulihan TTM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu Pemerintah mengembalikan kondisi lingkungan yang sejalan dengan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.



“Melalui peta jalan strategis hingga 2030 yang dirancang bersama SKK Migas dan KLH, kami optimis tantangan pemulihan lingkungan yang telah teridentifikasi di WK Rokan dapat diselesaikan secara komprehensif, terukur, dan memberikan ruang bagi masyarakat Riau untuk kembali memberdayakan lahan mereka,” ujar Sebastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *