Acorn Carbon Capture and Storage Project, Scotland, UK.

Jakarta, Petrominer – ExxonMobil telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk berpartisipasi dalam proyek Carbon Capture and Storage (CCS) yang dikelola Acorn di Skotlandia. Proyek ini berencana untuk menangkap dan menyimpan sekitar 5-6 juta ton CO2 per tahun pada tahun 2030 dari beberapa terminal gas di Kompleks St Fergus di Peterhead, Skotlandia, termasuk terminal gas milik usaha patungan ExxonMobil.

Proyek Acorn memiliki potensi untuk menyediakan lebih setengah dari 10 juta ton per tahun penyimpanan CO2 yang ditargetkan oleh Pemerintah Inggris. Potensi proyek ini juga dapat ditingkatkan untuk menyimpan lebih dari 20 juta ton emisi CO2 per tahun pada pertengahan 2030-an.

“ExxonMobil memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam teknologi CCS dan sedang mengembangkan berbagai peluang CCS baru di seluruh dunia. Kami senang dapat mendukung Proyek Acorn dalam hal penerapan CCS, salah satu teknologi terpenting yang diperlukan untuk mencapai tujuan perubahan iklim,” kata President Low Carbon Solutions ExxonMobil, Joe Blommaert, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Jum’at (16/7).

Blommaert mengatakan, ExxonMobil juga telah bergabung dengan NECCUS, aliansi para pakar dari akademisi, industri, dan pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dari fasilitas industri di Skotlandia.

Keanggotaan ExxonMobil ini akan membantu aliansi mengeksplorasi potensi solusi berbasis teknologi untuk mengurangi emisi, tentunya dengan memanfaatkan pengalaman global perusahaan ini dalam CCS. Anggota NECCUS lainnya termasuk Pemerintah Skotlandia, empat universitas terkemuka di Skotlandia dan beberapa mitra industri.

“Keanggotaan di NECCUS dan keterlibatan dengan Acorn menegaskan komitmen kami untuk mengatasi tantangan ganda dalam memenuhi kebutuhan energi dunia sambil mengurangi emisi dari operasi kami,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan dan penggunaan CCS, ExxonMobil akan bekerja dengan aliansi untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi ini dapat memainkan peran penting dalam mengurangi emisi di Skotlandia.

Kehadiran ExxonMobil di NECCUS mendapat sambutan hangat. Seperti disampaikan CEO NECCUS, Mike Smith.

“NECCUS menyambut ExxonMobil ke aliansi kami,” ujar Smith.

Menurutnya, dekarbonisasi emisi industri akan menjadi bagian yang menantang tetapi penting untuk memenuhi target net-zero nasional pada tahun 2045. Apalagi, Skotlandia berada di posisi yang tepat untuk menghadirkan teknologi seperti CCS dan hydrogen, yang diperlukan untuk mencapai klaster industri net-zero.

“Kolaborasi di seluruh organisasi dalam NECCUS akan sangat penting untuk ambisi ini, dan pengalaman yang dibawa ExxonMobil akan meningkatkan kolaborasi ini,” tegas Smith.

Bulan Maret 2021 lalu, ExxonMobil mulai membentuk bisnis Low Carbon Solutions untuk mengkomersialkan teknologi rendah emisi. Ini awalnya berfokus pada CCS, proses menangkap CO2 dari aktivitas industri yang biasanya dilepaskan ke atmosfer, dan menyuntikkannya ke dalam formasi geologi bawah tanah untuk penyimpanan yang aman, terjamin, dan permanen.

ExxonMobil adalah pemimpin industri dalam teknologi CCS dan memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman menangkap karbon. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar sekitar seperlima dari kapasitas penangkapan CO2 global dan telah menangkap sekitar 40 persen dari semua CO2 antropogenik yang ditangkap di dunia.

Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan CCS dapat mengurangi hingga 15 persen emisi global pada tahun 2040. Sementara badan PBB Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperkirakan upaya dekarbonisasi global bisa dua kali lebih mahal tanpa CCS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here