, ,

Upaya Bank Jakarta Wujudkan Ekosistem Perbankan Inklusif dan Berkelanjutan

Posted by

Jakarta, Petrominer – Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) pertama yang lahir di Jakarta, Bank Jakarta telah bertransformasi menjadi bank daerah yang modern, kompetitif, dan terhubung dengan ekosistem keuangan global. Perkembangan ini sejalan dengan dinamika dan pertumbuhan kota Jakarta yang pesat, sebagai Ibukota Indonesia.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan saat ini, Bank Jakarta tengah bertransformasi secara menyeluruh. Langkah ini difokuskan pada penguatan transaksi, relevansi layanan, dan pengalaman nasabah.

“Penguatan transaksi menjadi landasan utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah serta menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ungkap Agus dalam keterangan resmi yang dilontarkan beberapa waktu lalu.

Bank Jakarta juga komitmen dalam mendukung ekosistem literasi perbankan digital. Realisasi komitmen ini diyakini mampu meraih minat para generasi muda. Salah satu upaya agar kaum muda lebih antusias mengenal dan sekaligus menjadi nasabah, Bank Jakarta menggaet aspek inklusif melalui berbagai dimensi, antara lain cabang olahraga.

Awal tahun 2025 ini, Bank Jakarta menjalin sinergi dengan tim Bola Basket Pelita Jaya Jakarta. Klub ini merupakan salah satu tim yang berlaga pada musim kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, sinergi ini tidak hanya menghadirkan eksposur merek, tetapi juga membangun interaksi yang lebih inklusif dan relevan dengan komunitas olahraga. Momentum kompetisi IBL 2026 menjadi platform yang tepat untuk memperkenalkan berbagai inovasi layanan dan program Bank Jakarta kepada segmen generasi muda yang aktif, dinamis, serta adaptif terhadap perkembangan digital.

“Kolaborasi ini sekaligus juga menjadi bagian dari strategi komunikasi dan penguatan citra perusahaan di tengah transformasi dan pengembangan merek Bank Jakarta, yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Bank DKI,” tutur Arie.

Persija Jakarta

Selang tidak begitu lama, Bank Jakarta mempertemukan pemain klub sepakbola Persija Jakarta dengan komunitas suporter The Jakmania di kantor cabang Bank Jakarta. Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi efektif dalam mendorong inklusi keuangan.

“Melalui tema From the Pitch to the Branch, kami ingin membawa energi dan semangat kebersamaan dari lapangan ke dalam layanan perbankan. Inklusi keuangan berarti memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk komunitas suporter, memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan bermanfaat,” jelas Arie.

Mengusung semangat dari lapangan hijau ke kantor cabang, acara ini dikemas sebagai ruang interaksi, sekaligus wahana edukasi keuangan bagi komunitas, khususnya sepak bola. Menghadirkan sesi Meet and Greet dan foto bersama pemain Persija, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi perbankan, serta kemudahan pembukaan rekening dan aktivasi melalui mobile banking, JakOne Mobile di lokasi acara.

“Melalui kolaborasi ini, Bank Jakarta ingin memastikan inklusi keuangan hadir secara nyata, tidak hanya menjadikannya sebagai program kerja, namun lebih dapat dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang mendorong prestasi, kebanggaan, dan pertumbuhan Kota Jakarta, termasuk di sektor olahraga.

Melalui kolaborasi lintas cabang olahraga ini, Bank Jakarta mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital di lingkungan pertandingan, mendukung ekosistem UMKM terkait, serta menghadirkan berbagai program edukasi keuangan bagi komunitas suporter dan atlet muda. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata peran Bank Jakarta sebagai bank yang aktif membangun ekosistem ekonomi dan sosial berbasis komunitas.

Bank Jakarta menyalurkan bantuan penunjang pelatihan untuk sahabat penyandang disabilitas binaan Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia, yang dipimpin Suty Karno.

Inklusif bagi Kaum Disabilitas

Sebagai rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun Bank Jakarta ke-65, beragam kegiatan dihadirkan guna memberikan manfaat sosial yang inklusif. Peringatan hari jadi tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak sosial secara berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satunya aktivasi kegiatan kepedulian kepada lingkungan sekitar.

Beberapa waktu lalu, Bank Jakarta menyalurkan bantuan penunjang pelatihan untuk sahabat penyandang disabilitas binaan Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit. Ketua Pembina yayasan ini adalah Suty Karno.

“Pada momentum HUT ke-65 Bank Jakarta, kami ingin berbagi manfaat yang lebih luas. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sahabat penyandang disabilitas agar memiliki akses yang lebih besar terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk hidup mandiri,” ujar Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai.

Sementara sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan di sekitarnya, Bank Jakarta memberikan bantuan program sanitasi berbasis komunal bagi masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Jakarta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi warga Jakarta.

Dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Bank Jakarta memperoleh penghargaan Anugerah Badan Usaha Penggerak Keberdayaan Digitalisasi UMKM sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM melalui program Jakpreneur, serta berbagai inisiatif digital yang berkelanjutan.

Penghargaan ini mewakili peran aktif Bank Jakarta dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan para pelaku usaha.

Cita Loka Fest 2026 merupakan forum kolaboratif nasional yang mengusung tema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri.” Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota, organisasi internasional seperti UNICEF, UNDP dan WHO, organisasi non-pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku UMKM, hingga perusahaan nasional dari berbagai sektor industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *