Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyederhanakan regulasi di sektor ESDM. Kali ini, sebanyak 22 regulasi dicabut karena dinilai sudah tidak relevan lagi dan menghambat proses investasi.

“Pengurangan atau pencabutan peraturan ini dilakukan untuk mendorong investasi, sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo,” ujar Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Senin (12/2).

Pencabutan 22 regulasi tersebut merupakan bagian dari penyederhanaan 51 regulasi, yang kini menjadi 29 regulasi. Terdiri dari regulasi di subsektor migas (dari 10 menjadi 7 regulasi), ketenagalistrikan (2 menjadi 1 regulasi), minerba (6 menjadi 1 regulasi), EBTKE (6 menjadi 2 regulasi), dan SKK Migas (27 menjadi 18 regulasi).

“Menyusuli minggu lalu (mencabut 32 regulasi), kami kembali melakukan pengurangan atau pencabutan banyak peraturan. Hari ini, total yang dicabut 22 (peraturan). Kita mencabut lagi peraturan-peraturan baik peraturan menteri, keputusan menteri maupun juklak-juklak, aturan perizinan dan peraturan kerja, baik di direktorat jenderal maupun di SKK Migas, itu sekarang kita cabut,” ujar Jonan.

Sejak minggu lalu, Kementerian ESDM telah mencabut total sebanyak 54 peraturan. Dengan pencabutan peraturan yang sudah tidak relevan dan menghambat investasi ini diharapkan semakin meningkatkan fleksibilitas investasi.

“Minggu lalu 32 dan hari ini 22 yang dicabut. Jadi mudah-mudahan ini bisa mendorong investasi besar, karena rencana investasi di sektor ini, termasuk di SKK Migas dan BPH Migas, tahun ini kurang lebih US$ 50 miliar atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2017,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui realisasi total investasi sektor ESDM pada 2017 mencapai sekitar US$ 26 miliar.

Dalam pencabutan dan penyederhanaan regulasi ini, Jonan mengungkapkan bahwa pihaknya berpegang pada tiga hal. “Satu, konstitusi UUD 1945 pasal 33, yang kedua soal keselamatan, dan yang ketiga soal public governance-nya. Memang kalau 200 sekalian mungkin bisa (sampai) 3 bulan. Ini jadi tiap minggu bisa 20, mungkin minggu depan ada 10, dua minggu lagi terus kita kurangi,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here