Jakarta, Petrominer – Komitmen PT PLN (Persero) terhadap penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) terus direalisasikan. Hari Kamis (15/11), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin dengan Independent Power Producer (IPP) PT Kerinci Merangin Hidro.

“Kami sangat bersyukur perjanjian ini dapat ditandatangani hari ini. Pemerintah sangat komit untuk membangun Energi Baru Terbarukan. Ini juga merupakan sebuah achievment bagi PLN,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar, usai menyaksikan penandatanganan PPA tersebut.

PPA tersebut ditandatangani di PLN Kantor Pusat Jakarta, oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Direktur Utama PT Kerinci Merangin Hidro Achmad Kalla.

PLTA Merangin yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi, memiliki kapasitas sebesar 4 x 87,5 megawatt (MW). Energi yang dihasilkan per tahun sebesar 1.280 Giga Watt hour (GWh). Pembangkit yang direncanakan beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2025 ini akan memasok listrik ke sistem Sumatera Bagian Selatan Tengah yang diatur oleh PLN Pusat Pengatur Beban Sumatera.

“PLTA Merangin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik yang akan terus meningkat. Secara tidak langsung, PLN pun turut serta dalam perkembangan industri dan bisnis di Indonesia,” ujar Sofyan.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menjelaskan bahwa PLTA Merangin akan digunakan sebagai pembangkit peaker, yakni pembangkit yang digunakan hanya pada saat beban puncak. Ini bertujuan untuk mengurangi beban peaker PLN di Sumatera yang masih menggunakan pembangkit gas dan diesel, dimana harganya cukup tinggi. PLTA juga dipilih sebagai peaker karena memiliki kecepatan masuk ke sistem (ramping rate) yang lebih tinggi dibandingkan pembangkit listrik batu bara.

Total investasi yang akan dikeluarkan dari proyek PLTA Merangin mencapai US$ 903.703.300 atau setara Rp 13,4 triliun.

Sofyan berharap, PLTA Merangin dapat menjadi infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia yang handal, terjangkau dan memiliki aspek keberlanjutan.

PPA PLTA Merangin ini merupakan PPA EBT keempat tahun 2018. Sebelumnya, ada tiga PPA EBT yang diteken PLN dengan total kapasitas 11,9 MW. Sementara pada tahun 2017 lalu, tercatat ada 70 PPA EBT dengan total kapasitas 1214,17 MW yang ditandatangani. Hal ini menandakan besarnya minat pengembang EBT, sekaligus komitmen PLN dalam penggunaan pembangkit EBT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here