, ,

Dirjen Gatrik: Sambut Lebaran, Pasokan Listrik Aman

Posted by

Jakarta, Petrominer – Dalam rangka memantau kesiapan pasokan listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng meninjau langsung Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jum’at (8/6). Kunjungan tersebut untuk memastikan, pasokan listrik aman saat Lebaran.

“Polanya H-4 sampai H+4 lebaran terjadi penurunan konsumsi listrik baik di Jawa Bali maupun nasional,” kata Andy di sela-sela kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, dia juga menginformasikan bahwa selama periode libur lebaran ini PT PLN (Persero) dapat mengistirahatkan beberapa pembangkit listriknya. Sedikitnya ada 18 pembangkit yang bakal diistirahatkan, dengan kapasitas sekitar 7.700 megawatt (MW).

“Ada 18 pembangkit yang tidak dijalankan. Itu kurang lebih 7.700 MW. Itu besar lho. Jadi ada sekitar 10.000 MW aja cadangannya, ” jelas Andy.

Selain kecukupan pasokan listrik, paparnya, peningkatan keamanan infrastruktur listrik juga menjadi hal yang utama karena merupakan bagian dari objek vital nasional.

Andy mengapresiasi para pekerja PLN yang masih bertugas menjaga pasokan listrik saat masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri, karena ‎menjaga kehandalan pasokan listrik merupakan keharusan agar masyarakat tetap nyaman.

‎”Terima kasih kepada para petugas PLN yang bersedia menjaga keadaan pasokan listrik demi kenyamanan masyarakat. Termasuk pada karyawan administrasi yang juga standby on call 24 jam,” ungkap Andy.

Posko Lebaran PLN tersebar di seluruh wilayah dan siaga mulai H-7 sampai dengan H +7 Hari. Upaya ini dilakukan untuk menjaga pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadhan hingga Lebaran.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS, memaparkan bahwa pada saat Lebaran nanti, daya mampu pembangkit Sistem Jawa Bali (SJB) sebesar 28.148 MW. Jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak Lebaran yang diperkirakan mencapai 16.069 MW pada 15 Juni 2018.

Pada hari besar seperti Idul Fitri, rata-rata konsumsi listrik secara nasional berkurang. Hal ini dikarenakan banyak industri sebagai konsumen listrik terbesar yang menutup operasinya. Tahun ini, pemakaian listrik untuk wilayah Jawa-Bali berkurang hingga 16 persen. Padahal pada hari biasa, daya mampu pembangkit SJB dapat mencapai 33.621 MW dengan beban puncak sebesar 25.880 MW.

“Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga. Untuk itu PLN membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam,” jelas Haryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *