Jakarta, Petrominer – Kehadiran Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga diakui sangat membantu mengakselerasi roda perekonomian masyarakat setempat. Pemerintah mengapresiasi kerja keras dan perjuangan PT Pertamina (persero) dalam merealisasikan program BBM Satu Harga di daerah sulit tersebut.

Hari Jum’at (22/2), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) meresmikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di dua lokasi berbeda, yakni -masing di Provinsi Maluku dan Papua. Masyarakat sekitar lokasi pun bisa mendapatkan BBM Solar maupun Premium dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Solar. Sebelumnya warga setempat yang mayoritas petani dan nelayan harus membeli Solar dengan harga Rp 10.000 dan Premium seharga Rp 9.000.

Adapun yang titik yang diresmikan adalah SPBU Kompak 86.975.26 Air Buaya, Kabupaten Buru dan SPBU Kompak 86.995.18 Bolakme, Kabupaten Jayawijaya. Kedua titik ini merupakan titik BBM Satu Harga yang telah uji operasi di tahun 2018.

Peresmian SPBU Kompak di Air Buaya ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kapolda Maluku Irjen Polisi Royke Lumowa, General Manager Pertamina Marketing Operation Region VIII, Iin Febrian, Bupati Buru Ramly I. Umasugi.

Sementara peresmian di Bolakme dilakukan oleh Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, Region Manager Retail Fuel Marketing VIII, Fanda Chrismianto, Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi.

Menurut Ego, BBM Satu Harga adalah wujud kepedulian dari Pemerintah melalui BUMN untuk merealisasikan keadilan sosial dan mewujudkan konsep membangun Indonesia dari pinggiran. Oleh karena itu, Pemerintah memberikan apresiasi kepada Pertamina atas upaya penyediaan energi hingga ke wilayah pelosok secara merata dengan harga yang terjangkau.

“Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa Pemerintah dan Pertamina serta badan usaha pendamping agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3T,” ucapnya.

Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial, melakukan pengisian BBM perdana ke sepeda motor usai meresmikan SPBU Kompak 86.975.26 Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku.

SPBU 86.975.26 Air Buaya memasok BBM jenis Premium, Solar, dan Pertalite dengan masing-masing berkapasitas 5KL. Titik supply berasal dari TBBM Namlea yang berjarak sekitar 100 km dan ditempuh dengan perjalanan darat menggunakan mobil tangki selama 3 jam. Adapun kuota per bulan untuk Premium sebesar 60 KL dan Solar 20 KL.

Sebelum adanya titik BBM Satu Harga ini, masyarakat memperoleh BBM untuk transportasi dan kebutuhan nelayan dari lembaga penyalur terdekat yakni sejauh ± 60 KM ke APMS Lala dan ± 88 KM ke SPBU Namlea sehingga membuat harga Premium menjadi Rp 9.000/liter dan Solar 10.000/Liter di wilayah ini. Dengan adanya SPBU ini, masyarakat Kecamatan Air Buaya kini bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni Premium Rp 6.450/ liter dan Solar Rp 5.150/Liter.

Sementara itu, BBM di distrik Bolakme dikirim dari supply point Terminal BBM Jayapura yang diangkut menggunakan mobil tangki kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 145 km dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Adapun setiap dua kali dalam sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 50 KL Bio Solar dan 150 KL Premium.

Pertamina berharap agar kehadiran titik BBM Satu Harga ini memberi dampak positif di bidang ekonomi dan sosial bagi masyarakat di wilayah masing-masing. Selain itu, Pertamina juga mengharapkan agar seluruh pihak khususnya kepada Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan para stakeholders agar dapat mendukung dan mengawasi pelaksanaan program BBM Satu Harga di wilayah Air Buaya dan juga Bolakme sehingga proses distribusi BBM dapat berjalan dengan lancar dan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here