Jakarta, Petrominer — Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan penyidikan terhadap perusahaan yang diduga menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya atau melakukan pencurian listrik. Penyidikan tersebut dilakukan terhadap PT Wirajaya Packindo, yang diduga melakukan pencurian listrik seperti yang tertuang dalam Pasal 51 ayat (3) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Jika terbukti melakukan pencurian, PT Wirajaya Packindo akan dikenakan ancaman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling tinggi Rp 2,5 miliar,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, Minggu (22/5).

Sujatmiko menjelaskan, penyidikan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian ESDM. Melalui penyidikan itu, Pemerintah berharap ada efek jera terhadap pelaku pencurian listrik yang berdampak terhadap kelangsungan penyediaan tenaga listrik dan bahaya kebakaran.

PPNS Ketenagalistrikan Kementerian ESDM telah menetapkan 5 (lima) tersangka dan dari kelima tersangka tersebut, 4 (empat) orang merupakan petugas alih daya (outsourcing) PT PLN (Persero). Seorang tersangka lainnya, menurut Sujatmiko, adalah Hadi Rahardja, selaku pemilik saham terbesar Wirajaya Packindo. Dia disangkakan turut serta menyuruh keempat orang terpidana tersebut, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 KUHP.

“Mereka telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 4 Mei 2016 berupa Pidana Penjara selama 8 (delapan) bulan serta denda sebanyak Rp. 1.000.000.000,” jelasnya.

Namun Hadi Rahardja melalui kuasa hukumnya, Lembaga Bantuan Hukum Patria Yustisi, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang teregister dengan Nomor Perkara 75/PID.PRAP/2016/PN.Jkt.Sel. Sidang praperadilan ini dipimpin oleh hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna, S.H., M.Hum dan telah dimulai sejak hari Senin, 16 Mei 2016.

“Sidang praperadilan dilaksanakan setiap hari dan dijadwalkan hari Senin ini merupakan sidang untuk pengambilan kesimpulan. Dan besok, Selasa, 24 Mei 2016, adalah sidang untuk penyampaian putusan penetapan praperadilan,” ujar Sujatmiko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here