Jakarta, Petrominer – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Tutuka Ariadji, menyatakan akan melakukan evaluasi teknis maupun non teknis untuk membangun jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
“Kami akan detailkan dulu dari sisi teknis dan non teknis,” ujar Tutuka usai menerima permintaan pembangunan jargas dari Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, Kamis (6/5).
Menurutnya, ada beberapa kriteria yang harus bisa dipenuhi sebelum infrastruktur gas pipa tersebut dibangun di suatu daerah. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah setempat juga diperlukan dalam bentuk segi keamanan.
“Kriteria pembangunan jargas adalah daerah tersebut memiliki atau dekat dengan sumber gas, ketersediaan infrastruktur, serta adanya pasar. Dukungan pemerintah daerah termasuk segi keamanan pun diperlukan dalam pembangunan jargas ini,” jelas Tutuka.
Pembangunan jargas telah dilaksanakan Pemerintah sejak tahun 2009 dan hingga tahun 2022 dengan menggunakan dana APBN. Mulai tahun 2023, Pemerintah berencana akan mengembangkan jargas dengan skema kerja sama Pemerintah dan badan usaha (KPBU). Tujuannya, agar jargas dapat terbangun secara masif sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan keuntungannya.
“Dengan menggandeng swasta, dalam satu tahun dapat dibangun 1 juta SR. Kalau sekarang dengan APBN, dananya terbatas. Tiap tahun hanya sekitar 120.000 SR saja yang bisa dibangun,” kata Tutuka.
Sejak dibangun tahun 2009 hingga 2020, total telah terpasang 535.555 SR. Sedangkan untuk tahun 2021, akan dibangun 120.776 SR di 21 kabupaten/kota. Target pembangunan jargas berdasarkan RPJMN sebesar 4 juta SR pada tahun 2024.

Siapkan Lahan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah mengajukan permohonan agar di daerahnya dapat dibangun jargas. Tidak hanya itu, Pemkab OKU Timur juga berkomitmen akan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Lanosin, ada banyak alasan kenapa Pemkab OKU Timur minta dibangun jargas. Salah satunya, daerah OKU Timur dilintasi pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ). Namun sayang, hingga saat ini masyarakatnya belum dapat menikmati manfaat dari gas bumi tersebut.
“Manfaat gas tersebut sampai sekarang belum ada. Hanya dilewati (pipa gas) saja. Karena itu kami mengharapkan gas juga dapat dinikmati oleh masyarakat yang daerahnya dilalui pipa gas bumi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Lanosin juga menegaskan bahwa minat masyarakat OKU Timur agar dapat dibangun jargas sangat tinggi. Selain lantaran bahan bakar jargas yang bersih, murah dan tersedia 24 jam, keinginan ini juga dilatarbelakangi kesulitan masyarakat memperoleh LPG 3 kg.
Sebagai tahap awal, Bupati OKU Timur mengusulkan agar dapat dibangun jargas sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Buay Madang Timur dan Kecamatan Belitang.
Sebagai bentuk dukungan pembangunan jargas di daerahnya, Lanosin menyatakan akan memenuhi kesiapan lahan dan dokumen yang dipersyaratkan, serta memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan pada saat pelaksanaan kegiatan. Pemkab OKU Timur juga akan menjamin masyarakat pengguna senantiasa taat membayar iuran.
“Kami berkomitmen menjamin dari segi keamanan dan utilitas yang akan digunakan. Kami siap mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan lancar,” tegasnya.








Tinggalkan Balasan