Di Blok Rokan, Ada Tambahan Produksi 2 Ribu BOPD

0
768
Lokasi pengeboran sumur Ampuh (AH030) lapangan Ampuh, blok Rokan, Riau.

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menunjukkan kinerja positif dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional di Zona Rokan. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini mencatatkan capaian penting menyusul keberhasilan pengeboran sumur pengembangan di lapangan Ampuh dengan produksi cemerlang.

Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, menyampaikan bahwa sumur Ampuh (AH030) mencatatkan hasil produksi awal sebesar 2.098 barel minyak per hari (BOPD). Uji produksi sumur ini sangat mengembirakan, menyusul hasil produksi seluruhnya murni crude oil tanpa kandungan air maupun gas.

“Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan cadangan dan produksi minyak nasional, tetapi juga memberikan optimisme besar bagi industri migas di Indonesia. Tentunya tidak terlepas dari kerja keras para anak bangsa yang terlibat di dalamnya, para pekerja yang teruji dan terus berinovasi dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional,” kata Ruby dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Minggu (23/11).

Capaian ini sekaligus menjadi komitmen PHR dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas yang ada. Produksi cemerlang ini juga menjadi bukti bahwa wilayah kerja (WK) Rokan hingga kini masih memiliki potensi besar sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional.

Lebih lanjut, Ruby menjelaskan sumur AH030 dibor menggunakan teknik pemboran miring berarah (directional drilling) dengan mengusung konsep pengembangan “local attic development.” Program pemboran menyasar reservoir Menggala Formation (Fm) di lapisan batuan MN-5580, dengan lapisan tambahan BK-5000 dan MN-5540.

Pemboran dilakukan dalam waktu tiga minggu dengan mengedapankan operasi yang lancar aman dan selamat. Kinerja positif dan efisien para pekerja di lapangan menjadi langkah maju dalam mencapai target produksi demi mewujudkan swasembada energi sebagaimana Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Capaian produksi ini menunjukkan keberhasilan strategi pengembangan lapangan Ampuh yang efektif, kolaboratif, dan terintegrasi antara tim bawah tanah (subsurface), reservoir, drilling serta operasi produksi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian yang dilakukan oleh PHR tersebut. Ini juga menjadi indikator atas keberhasilan kolaborasi pemerintah dan industri hulu migas.

“Hasil uji produksi dari sumur Ampuh AH030-NW1 menunjukkan bahwa upaya inovasi teknis dan optimalisasi sumber daya manusia di WK Rokan membuahkan hasil nyata. Ini adalah sinyal positif bagi pencapaian target produksi nasional 2026,” ujar Djoko.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan eksplorasi potensi tambahan produksi dari low quality reservoir (LQR) yang saat ini sedang dievaluasi oleh SKK Migas dan PHR. Upaya ini akan diarahkan untuk pengembangan melalui teknologi multi stage fracturing (MSF) di beberapa titik potensial di WK Rokan.

SKK Migas menilai capaian uji produksi ini sebagai indikator keberhasilan kolaborasi pemerintah, industri hulu migas nasional dan Pertamina Hulu Rokan. Kinerja ini juga menjadi langkah nyata menuju target produksi minyak nasional tahun 2026 sebesar 610.000 BOPD, yang merupakan target APBN 2026.

“Keberhasilan MSF di PHR dapat dijadikan contoh bagi seluruh KKKS. Kami segera menginstruksikan kepada Pertamina dan KKKS lainnya agar dilakukan pekerjaan MSF sebanyak 100 sumur  dan pengeboran di lapangan yang baru ditemukan saat pengeboran eksplorasi sebanyak 100 sumur, baik onshore maupun offshore,” ujar Djoko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here