Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Lubricants terus berinovasi serta membangun strategi pemasaran berbasis digital dan menerapkan perubahan di industri 4.0. Konsistensi dalam memperkuat brand pelumas Pertamina ini pun membuahkan beberapa penghargaan.
Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini meraih tiga penghargaan BUMN Branding & Marketing Award 2018. Yakni: The Best Brand Strategy, The Best Marketing, dan The Best Chief Marketing Officer (CMO) untuk kategori Anak Perusahaan BUMN sektor Agro, Manufacturing and Mining.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Sales & Marketing Pertamina Lubricants Andria Nusa dalam acara malam penganugerahan The 6th BUMN Branding & Marketing Award 2018, Rabu (21/11).
BUMN Branding dan Marketing Awards 2018 merupakan penghargaan yang diadakan oleh BUMN Track bekerjasama dengan Arrbey Consulting. Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN terbaik dari sisi branding dan marketing serta telah berhasil mengembangkan inovasi di era industri 4.0 ini.
Dengan mengusung tema tahun ini “Merebut Peluang Era Industri 4.0 Melalui Penguatan Merek Indonesia”, Pertamina Lubricants melalui merek-merek unggulannya dinilai berhasil menjalankan strategi marketing yang terintegrasi dengan mengedepankan transformasi digital. Perusahaan ini pun dinilai sudah mulai menerapkan perubahan industri 3.0 menuju 4.0 dalam berbagai proses dan lini bisnis pelumas.
Sebagai market leader produsen nasional, Pertamina Lubricants terus memperkuat jaringan dan metode pemasaran dengan mengikuti perkembangan tren pasar, tren teknologi dan tren digitalisasi. Hal ini dibuktikan melalui gencarnya pemasaran yang dilakukan online baik melalui sosial media dan website. Pertamina Lubricants juga pemanfaatan medium e-commerce sebagai wadah menjual dan mengenalkan pelumas Pertamina ke konsumen. Pemasaran melalui e-commerce ini sudah dijalankan perusahaan lebih dari dua tahun dan memberikan experience yang berbeda kepada konsumen.
Pertamina Lubricants juga sudah mulai menjalankan kerjasama dengan berbagai perusahaan Fintech seperti Go-Pay, OVO dan T-Cash untuk sistem pembayaran dan monitoring di OliMart, salah satu bengkel own-channel Pertamina Lubricants yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain melakukan pemasaran secara digital, penerapan digitalisasi juga sudah dilakukan secara internal untuk memonitor proses sales dan marketing baik dalam lini penjualan, produksi, distribusi, keuangan dan Human Resources seperti penerapan sistem dan aplikasi SAP, I-Serve, POWER (Pertamina Owner & Mechanic Reward), MFORCE, dan MySFA yang dapat digunakan oleh manajemen dan juga seluruh sales force PT Pertamina Lubricants dipenjuru negeri.









Tinggalkan Balasan