Gorontalo, Petrominer – PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di pembangkit listrik yang dioperasikannya. Malahan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Gorontalo, yang baru saja diresmikan operasionalnya, langsung mengimplementasikan co-firing.
Operasional PLTU Gorontalo dengan kapasitas 2×25 Mega Watt (MW) ini diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa, Sabtu (15/8). Pembangkit listrik ini berlokasi di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Hadirnya PLTU Gorontalo diharapkan dapat mendorong tumbuhnya investasi berupa industri dan bisnis sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Apabila industri semakin besar maka akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di Gorontalo,” ujar Suharso.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara (UIP Sulbagut), Mimin Insani, menjelaskan, selain menggunakan batubara, PLN juga berinovasi dengan melakukan co-firing di PLTU Gorontalo. Sekitar 5 persen batubara disubstitusi dengan memanfaatkan bahan bakar biomassa berupa kayu lamtoro. Bahan baku ini didapatkan dari hutan energi di sekitar proyek pembangunan.
“Ini merupakan bagian dari transformasi kami untik meningkatkan penggunaan energi terbarukan, salah satunya melalui co-firing PLTU dengan potensi lokal yang ada,” ujar Mimin.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tambahan pasokan listrik dari PLTU Gorontalo meningkatkan daya mampu listrik sub sistem kelistrikan Gorontalo menjadi 176 MW, dengan beban puncak sebesar 98 MW. Dengan begitu, terdapat cadangan daya sebesar 78 MW yang dapat digunakan untuk mendukung investasi.
Selain itu, pasokan listrik dari PLTU Gorontalo juga dapat digunakan untuk melistriki 138.889 pelanggan rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere. Hingga awal Agustus, PLTU Gorontalo telah memproduksi energi listrik lebih dari 350 Juta kWh.
“Beroperasinya PLTU Gorontalo juga menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) melalui penghematan penggunaan BBM sebesar 130,5 kiloliter per hari,” ungkap Mimin.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan PLTU ini, terutama Pemerintah Provinsi Gorontalo.










Tinggalkan Balasan