Avator diciptakan oleh tiga inovator asal Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan saat ini telah diimplementasikan di delapan unit PLTGU maupun PLTU di Indonesia.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya melahirkan inovasi guna meningkatkan kinerja. Melalui anak usahanya PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), badan usaha milik negara (BUMN) ini kembali melahirkan inovasi di bidang pembangkit bernama Avator.

Inovasi ini baru saja memperoleh juara 1 dalam ajang BUMN Millenial Inovation Summit pada kategori Techonology Breakthrough. Karya dari para pekerja PLN ini terpilih setelah mengalahkan lebih dari 8.000 inovasi dari perusahaan-perusahaan BUMN lainnya. Sebelumnya, Avator juga meraih penghargaan pada ajang Asian Power Award 2018 pada kategori Innovative Power Technology of the Year – Indonesia.

Salah satu satu inovatornya, Alfian Budiarmoko, menjelaskan bahwa Avator singkatan dari Automatic Vibration Monitor Calibrator. Alat ini berfungsi untuk menguji alat monitoring getaran (vibration monitor) pada mesin pembangkit. Alat monitoring getaran merupakan jantung peralatan monitoring dan proteksi pada mesin pembangkit, baik PLTG, PLTU, PLTGU, maupun PLTA.

“Pengujian pada alat monitoring getaran wajib dilakukan untuk menjamin pembacaan getaran serta parameter penting lainnya terbaca akurat pada saat mesin beroperasi dan menjamin sistem proteksi berfungsi baik,” jelas Alfian, Senin (24/8).

Berbeda dengan kalibrator monitoring lainnya, menurutnya, Avator dibuat secara otomatis dengan mengintegrasikan alat ukur dan fungsi-fungsi kalibrator dalam satu peralatan. Alat ini juga dibuat lebih praktis dan akurat karena dapat dioperasikan melalui layar HMI (Human Machine Interface) maupun menggunakan aplikasi android mobile yang terhubung via bluetooth.

“Avator memiliki fitur Automatic Calculation yang tidak dimiliki oleh kalibrator eksisting, dengan fitur ini semakin memudahkan user melakukan pengujian Vibrasi Monitor dengan one touch operation pada setiap titik pengukuran,” ungkap Alfian.

Inovasi Avator baru saja memperoleh juara 1 dalam ajang BUMN Millenial Inovation Summit pada kategori Techonology Breakthrough. Mengalahkan lebih dari 8.000 inovasi dari perusahaan-perusahaan BUMN lainnya.

Dengan dilakukannya pengujian pada sistem monitoring getaran secara menyeluruh menggunakan Avator, maka tingkat akurasi terhadap pembacaan parameter vibrasi maupun fungsi proteksi saat unit beroperasi akan meningkat hingga 100 persen. Nilai akurasi sinyal yang dikeluarkan oleh Avator sekitar ±0,1 persen, lebih baik dibandingkan akurasi kalibrator eksisting yaitu sebesar ±3 persen. Dengan sistem proteksi yang telah teruji tentu akan meminimalisir kerusakan fatal pada komponen-komponen utama pembangkit seperti turbin, generator, motor-motor dan pompa-pompa besar.

“Hadirnya Avator juga mempercepat proses pengujian alat monitoring getaran pembangkit,” jelas Alfian.

Avator juga memberikan manfaat finansial dari sisi percepatan waktu pengujian saat terjadi gangguan pada sistem monitoring getaran. Pada gas turbin PLTGU, waktu percepatan pengujian yang sebelumnya 6,75 jam menjadi 1,5 jam memberikan dampak waktu percepatan 5,25 jam atau senilai Rp 95 juta. Pada Steam Turbin PLTGU, waktu percepatan pengujian yang sebelumnya 16,5 jam menjadi 3,67 jam memberikan dampak waktu percepatan 12,83 jam atau senilai Rp 262 juta.

Sementara pada PLTU batubara, dengan jumlah sensor instrumen turbin/TSI (Turbine Supervisory Instrument) yang lebih banyak, waktu percepatan pengujian yang sebelumnya 24 jam menjadi 5,33 jam memberikan dampak waktu percepatan 18,67 jam atau senilai Rp 835 juta.

Selain itu, biaya pembuatan Avator juga lebih murah dibandingkan kalibrator sebelumnya yang merupakan produk impor. Harga satu set kalibrator sebelumnya sebesar Rp 462 juta, sedangkan biaya pembuatan Avator hanya Rp 26 juta.

Avator diciptakan oleh tiga Inovator asal PJB, yaitu Alfian Budiarmoko, Robbi Auzikni Anaskur, dan Apolonius Adhi Hariyatma P. Avator telah didaftarkan paten di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 12 Juli 2018 dengan nomor pendaftaran P00201805077. Saat ini Avator juga telah diimplementasikan di delapan unit PLTGU maupun PLTU, yakni di PLTGU Gresik, PLTU Gresik, PLTU Tanjung Awar-awar, PLTGU Belawan Sumatera Utara, PLTU Amurang Sulawesi Utara, PLTU Pacitan, PLTU Kaltim Teluk Balikpapan, dan PLTU Rembang.

Produk Avator V.3 kini telah dilengkapi dengan berbagai aksesoris, buku petunjuk dan beberapa fitur pendukung pada software Android. Hal ini menjadikan Avator nyaman digunakan oleh pengguna, serta memiliki nilai tambah dibandingkan produk kalibrator lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here