Jakarta, Petrominer – PLN Nusantara Power bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) menjaga pasokan bahan bakar pembangkit listrik. Kedua pihak juga sepakat untuk bersama-sama memperkuat pengamanan objek vital ketenagalistrikan serta menjaga keandalan pasokan listrik di Indonesia.
Dalam kerjasama ini, TNI AD akan memberikan Pendampingan dan Pelatihan dalam Rangka Penerimaan dan Pengujian Batubara. Kerjasama tersebut dituangkan dalam sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, dan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayor Jenderal TNI Mochammad Hasan, Rabu (12/4).
Ruly menjelaskan, kerjasama tersebut bertujuan untuk menjaga pasokan bahan bakar pembangkit listrik, memperkuat pengamanan objek vital ketenagalistrikan, serta menjaga keandalan pasokan listrik di Indonesia. Kesepahaman ini juga akan mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dalam batas tanggung jawab, wewenang, kapasitas dan kompetensi yang dimiliki oleh PLN dan TNI AD.
Ruang lingkup dalam perjanjian ini mencakup pendampingan dalam berbagai proses yang mencakup: proses Persiapan Penerimaan Batubara; proses Initial Draught Survey oleh Surveyor di lokasi PLTU; proses Sampling Batubara dilokasi PLTU; proses Final Draught Survey di lokasi PLTU; proses Preparasi Sampel Batubara dilokasi PLTU; pengujian Batubara.
Dukungan dan kerjasama PLN dan TNI AD ini mewujudkan sinergi yang apik terutama terkait pendampingan oleh TNI AD dan sesuai dengan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yakni salah satu tugas pokok dalam Operasi Militer selain Perang adalah mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.
Ketujuh PLTU tersebut adalah PLTU Nagan Raya (Aceh), PLTU Sebalang (Lampung), PLTU Indramayu (Jawa Barat), PLTU Rembang (Jawa Tengah), PLTU Pacitan (Jawa Timur), PLTU Tanjung Awar-Awar (Jawa Timur), serta PLTU Paiton 9 (Jawa Timur).








Tinggalkan Balasan