Batangtoru, Petrominer – PT Agincourt Resources (PTAR) mengirim Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) dan bantuan logistik untuk mendukung penanganan serta pemulihan para korban bencana pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Senior Manager Environment, Health, Safety & Training Development PTAR, Hari Ananto, menjelaskan tim yang telah diberangkatkan Senin lalu (6/12) tersebut terdiri dari satu orang pemimpin tim, satu orang ERT medis, dan dua orang teknisi Search and Rescue (SAR). Tim tersebut langsung bertugas di Posko SAR Gabungan bersama dengan tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk upaya pencarian dan penyelamatan korban.
“Meskipun wilayah operasi PTAR berada di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara yang jauh dari lokasi bencana, tapi kami terpanggil untuk membantu pemulihan saudara-saudara kami yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru,” ungkap Hari, Kamis (16/12).
Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa ERT PTAR tak hanya mumpuni dalam teknis penyelamatan dan keamanan operasional pertambangan, tapi juga memiliki kepedulian tinggi dan mengabdikan kemampuannya membantu sesama. ERT PTAR tergabung dalam 43 orang relawan Astra Heavy Equipment, Mining, Construction and Energy (AHEMCE) United Tractors Group Peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru.
Hari juga menyebutkan bahwa anggota tim yang dikirim telah dilatih dan dibekali penanganan berbagai keadaan darurat termasuk kebakaran, kecelakaan, pencarian dan penyelamatan, evakuasi medis, dan insiden dengan korban massa. Tak hanya itu, tim juga membawa berbagai bantuan logistik lainnya seperti air minum, masker, tenda, selimut, mie instan, minuman penambah energi, roti, dan obat-obatan.
“Untuk bantuan logistik sudah kami serahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Di lapangan, tim kami bersama ERG Kementerian ESDM terus berupaya membantu pencarian korban jiwa di Desa Sumberwuluh, Candipuro, juga membantu pemeriksaan kesehatan para korban,” paparnya.
Bagi tim ERT pengelola Tambang Emas Martabe, ini bukan yang pertama kali diturunkan ke lokasi bencana, sebelumnya mereka juga membantu penanganan dan pemulihan berbagai bencana seperti erupsi Gunung Sinabung tahun 2014, gempa di Pidie, Aceh tahun 2016, gempa di Lombok tahun 2017, gempa di Palu tahun 2018, dan tsunami di Banten tahun 2018.









Tinggalkan Balasan