,

Ada Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok, Tapsel

Posted by

Sipirok, Petrominer – PT Agincourt Resources (PTAR) menyerahterimakan fasilitas bangunan Menara Pandang setinggi 31,5 meter di Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan (Tapsel) kepada Pemerintah Kabupaten Tapsel, Senin (1/2). Serah terima dilakukan oleh Direktur Keuangan/CFO PTAR, Noviandri L. Hakim, kepada Bupati Tapsel, Syahrul M. Pasaribu.

Pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok ini merupakan salah satu kontribusi dari pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru melalui program PPM di bidang lingkungan. Fasilitas pendukung ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan.

“Harapan kami semoga Kebun Raya Sipirok ini bisa menjadi tujuan atau destinasi wisata milik daerah yang memiliki keunggulan serta berdampak luas kepada pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan secara umum,” ujar Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio.

Muliady menegaskan, PTAR sebagai salah satu anggota Astra Group terus berkomitmen untuk memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan khususnya di sekitar wilayah operasional Tambang Emas Martabe. Salah satunya adalah pengembangan Kebun Raya Sipirok sebagai pusat edukasi lingkungan dan destinasi wisata di Tapanuli Selatan.

“Keanekaragaman hayati telah menjadi perhatian utama PTAR melalui berbagai program pengelolaan lingkungan yang seksama dan terarah. Salah satu contohnya adalah fasilitas pembibitan Tambang Emas Martabe yang mengusahakan bibit tanaman lokal untuk mendukung program rehabilitasi. Ini sejalan dengan visi pengembangan Kebun Raya Sipirok yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan juga akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka yang ada di Tapanuli Selatan dan sekitarnya,” tambah Muliady.

Bangunan utama Menara Pandang ini memiliki luas sekitar 583 meter persegi dengan tinggi 31,5 meter dari lantai dasar bangunan. Menara Pandang ini terdiri dari 7 lantai yang dilengkapi dengan satu unit elevator (lift) dan satu unit bangunan ruang genset.

Dengan mempertimbangkan faktor keamanan terhadap potensi gempa dan angin di lokasi, Menara Pandang ini dibangun dengan menggunakan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang. Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang.

Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland, menjelaskan dukungan yang diberikan PTAR dalam pembangunan Menara Pandang ini dimulai dari perencanaan dan desain bangunan, pekerjaan pondasi tiang pancang, pekerjaan struktur, pekerjaan elektrikal dan instalasi lift elevator. Total anggaran yang dikeluarkan oleh PTAR untuk pembangunan Menara Pandang ini lebih dari Rp 13 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Menara Pandang Kebun Raya Sipirok dikerjakan oleh beberapa kontaktor berskala nasional dan regional yaitu PT Gasindo Pratama untuk Pekerjaan Struktur dan Arsitektur, PT Titilasembada Primandiri untuk Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal, dan PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator untuk penyediaan dan pemasangan lift elevator.

Kebun Raya Sipirok

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu menyampaikan terima kasih atas dukungan PTAR terhadap pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok.

“Menara Pandang ini akan menjadi aset daerah yang sangat berharga untuk Tapsel. Kami optimistis Menara Pandang dan Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan akan menjadi ikon di Kawasan Pantai Barat Sumatera Utara, bahkan menjadi ikon di Indonesia, setelah Kebun Raya Bogor,” ungkapnya.

Kebun Raya Sipirok memiliki luas areal ± 90 Ha berlokasi di Areal Perkantoran Pemerintahan Tapanuli Selatan, dan akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka yang ada serta destinasi wisata bagi daerah Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Pengelolaan Kebun Raya Sipirok turut didampingi oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam memberikan pembinaan pusat penelitian dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka, termasuk memberikan pelatihan teknis (pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan kaidah-kaidah kebun raya) kepada UPT Kebun Raya Sipirok.

Kebun Raya Sipirok ini didukung karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) sebagai pekerja yang militan tentang Perkebunrayaan dan sudah mendapat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tentang Teknik Perkebunrayaan dan Diklat Global Positioning System (GPS) dari LIPI dan Sistem Informasi Geografis (GIS) dari Pemkab Tapsel.

Sesuai master plan, Kebun Raya Sipirok terbagi ke dalam beberapa zonasi, yakni zonasi kayu-kayuan, zonasi pakan orang utan, zonasi tanaman industri, dll. Sejumlah tumbuhan yang ada di dalam Kebun Raya Sipirok merupakan hibah dari LIPI dan hasil eksplorasi mandiri dari tim Pemkab Tapsel serta partisipasi pihak lain. Di area Kebun Raya Sipirok dilakukan juga penanaman buah lokal endemik Tapanuli yang sudah hampir punah, diantaranya hapundung, bukbak, hopong, salak warna merah dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *