
Jakarta, Petrominer — PT ABM Investama Tbk. Berencana menerbitkan surat utang global (global bond) senilai US$ 450 juta dalam waktu lima tahun mendatang. Dana obligasi itu akan digunakan untuk melunasi pinjaman bank dan mendukung ekspansi bisnis batubara.
Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara menjelaskan, sejalan dengan pemulihan harga batubara di pasar global, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi batubara. Untuk itu, ABM akan mencari sumber pendanaan yang sesuai dengan strategi perusahaan, sehingga pemulihan harga batubara dapat memberikan dampak yang optimal terhadap kinerja perusahaan.
“Penerbitan obligasi dollar ini bagian dari upaya ABM untuk memperbaiki struktur pendanaan dan memperoleh cadangan batubara tambahan. Dengan strategi ini, kami optimis kinerja dan fundamental ABM dalam jangka panjang akan bertambah solid,” jelas Andi usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ABM pekan lalu.
Harga batubara diperkirakan cenderung stabil dalam jangka menengah. Berdasarkan pengalaman operasional yang kuat, ABM berencana menambah cadangan batubara perusahaan melalui akuisisi tambang batubara yang produktif. Saat ini, ABM memiliki dua lokasi pertambangan yaitu melalui PT Tunas Inti Abadi di Kalimantan Selatan dan PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari yang beroperasi di Nangroe Aceh Darussalam.
Menurut Direktur Keuangan ABM Investama Adrian Erlangga, tahun 2017 ini fokus ABM adalah terus memperkuat balance sheet melalui pemangkasan utang serta meningkatkan sinergi di antara anak usaha serta utilisasi dan produktifitas aset. Dengan menekankan pada struktur permodalan yang lebih kuat serta operational excellence, ABM diharapkan akan memiliki kemampuan bertahan dalam menghadapi kondisi pasar komoditas batubara yang volatile.
“Akuisisi tambang batubara ini menjadi prioritas ABM untuk meningkatkan cadangan dan mendukung peningkatan produksi batubara perusahaan. Dengan harga batubara yang stabil dan efisiensi produksi yang berhasil dilakukan ABM sejak 2014, kami percaya kinerja perusahaan akan terus meningkat,” ujar Adrian.
Sepanjang tahun 2016, total produksi batubara ABM mencapai 6 juta ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 14 juta ton di tahun 2019. Produksi batubara ABM akan dipasarkan ke Tiongkok, India dan memenuhi kebutuhan domestik untuk memasok pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang banyak dibangun pemerintah.























