Pelatihan operator alat angkut Crane ini menekankan tiga aspek, yaitu mulai dari posisi kritikal dalam hal kecepatan bongkar muat batubara dan property damage, skill atau keahlian khusus yang memadai, serta paham dan dapat menerapkan aspek Kesehatan, Keselamatan, Kerja & Lingkungan Hidup (K3LH).

Meulaboh, Petrominer – PT ABM Investama Tbk (ABM) terus berupaya memberikan added value bagi daerah sekitar wilayah operasi. Ini sejalan dengan nilai perusahaan yakni pengembangan berkelanjutan dan kehadirannya sebagai perusahaan energi terintegrasi.

Dalam mendukung pengembangan serta ketersediaan sumber daya manusia SDM di profesi operator peralatan angkat crane, ABM melalui anak usahanya, yaitu PT Dianta Daya Embara (DDE) dan PT Mifa Bersaudara (Mifa), menghadirkan Program Pelatihan Operator Peralatan Angkat Crane di Meulaboh. Pelatihan ini digelar untuk mendukung peningkatan kemampuan dan pemberdayaan pemuda, khususnya di wilayah Aceh Barat.

“Kami berharap pelatihan ini dapat mengoptimalkan sinergi diantara anak usaha dalam Grup ABM selain memberikan kontribusi positif untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional ABM,” ujar Direktur ABM, Adrian Erlangga, Senin (8/3).

Menurut Adrian, program pelatihan ini merupakan salah satu wujud konsistensi ABM dalam memperkuat strategi Mining Value Chain perusahaan. Apalagi, industri pertambangan batubara merupakan sektor industri yang memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan nasional.

“Tren harga komoditas batu bara terus meningkat seiring dengan prospek pemulihan ekonomi dunia yang membaik. Agar mampu bersaing, tentunya dibutuhkan kemampuan dan keterampilan SDM di bidang peralatan angkat yang mumpuni sehingga produktivitas pun dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Hadirnya program ini merupakan inisiatif dari DDE dan Mifa yang dilatarbelakangi oleh komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan serta ketersediaan SDM di profesi operator peralatan angkat crane.

Model pelatihan yang diimplementasikan dalam program pengembangan operator crane kali ini telah disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendapatkan sertifikasi Surat Izin Operator (SIO) resmi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pelatihan tersebut meliputi serangkaian materi kelas, ujian teori, serta praktek langsung di lapangan.

Direktur Utama Mifa, Ricky Nelson, menjelaskan bahwa peran operator peralatan angkat crane sangatlah penting dalam proses penambangan batubara. Setidaknya operator peralatan angkat harus memenuhi tiga aspek, yaitu posisi kritikal dalam hal kecepatan bongkar muat batubara dan property damage, skill atau keahlian khusus yang memadai, serta paham dan dapat menerapkan aspek Kesehatan, Keselamatan, Kerja & Lingkungan Hidup (K3LH).

Sementara Direktur DDE, Satrio Daru Sasongko, mengungkapkan bahwa pelatihan operator ini akan dilakukan secara berkesinambungan dengan harapan hasilnya dapat melahirkan SDM berkualitas yang memiliki skill terbaik di bidangnya.

“Dalam pelaksanaannya program pelatihan ini dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari tahapan seleksi, observasi area kerja di vessel, hingga pelaksanaan model pelatihan dan kerja magang DDE Stevedoring,” jelas Satrio.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here