Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan lapangan migas mature. Caranya, PHE menjalankan strategi inovatif dan penerapan teknologi terkini.
Menurut Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, sebagian besar aset yang dikelola PHE merupakan lapangan migas yang telah beroperasi. Meski begitu, lapangan-lapangan migas tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.
“Sebagian besar produksi minyak nasional berasal dari lapangan-lapangan mature yang kami kelola di berbagai wilayah Indonesia. Tantangan utamanya adalah bagaimana mempertahankan tingkat produksi di tengah kondisi reservoir yang menurun secara alami,” ujar Hermansyah, Sabtu (22/11).
Untuk menjawab tantangan tersebut, PHE mengimplementasikan pendekatan komprehensif berbasis asset integrity management, digitalisasi, serta inovasi teknologi pada sumur dan fasilitas produksi. Berkat strategi ini, PHE terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan lapangan mature seperti di Wilayah Kerja Mahakam (Kalimantan Timur) dan Rokan (Riau).
“Kami menggunakan pendekatan konvensional dan modern, termasuk penerapan digital intelligence untuk memantau performa sumur dan fasilitas produksi secara real time, sehingga proses optimasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” jelas Hermansyah.
Melalui berbagai macam pendekatan tersebut, PHE terus mengoptimalkan perannya dalam menjaga pasokan energi nasional.
SDM Unggul
Hingga Triwulan III Tahun 2025, PHE mencatat capaian produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Selain itu, sebanyak 28.507 kegiatan well intervention & services telah dilaksanakan, 969 well workover, dan 661 sumur pengembangan berhasil diselesaikan.
Hermansyah menegaskan, teknologi hanyalah salah satu pilar dalam keberhasilan pengelolaan lapangan mature. Faktor manusia tetap menjadi kunci.
“Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kompetensi personel di lapangan. Kami terus mengembangkan kapabilitas pekerja, baik senior maupun generasi baru, agar adaptif, inovatif, dan mampu merespons tantangan industri,” jelasnya.
Sebagai organisasi yang mengedepankan transformasi, PHE juga mendorong budaya learning organization dengan memperkuat inisiatif berbagi pengetahuan dan pembelajaran lintas unit kerja. Pendekatan ini memastikan setiap tantangan operasional dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.
Selain itu, PHE terus memperkuat budaya keselamatan, efisiensi operasi, serta integritas aset di seluruh wilayah kerja. Langkah-langkah ini mendorong PHE untuk tetap memberikan kontribusi optimal bagi produksi energi nasional, sekaligus mendukung transisi menuju operasi energi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui sinergi teknologi, inovasi, dan SDM unggul, Pertamina Hulu Energi akan terus menjadi motor penggerak ketahanan energi Indonesia,” ungkap Hermansyah.
Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina terus mendorong Subholding Upstream untuk meningkatkan kinerja melalui berbagai inisiatif, sehingga dapat mencapai target produksi migas nasional.
“Pertamina terus melakukan improvement untuk mendorong kinerja operasional. Hal ini terbukti dengan capaian produksi tujuh anak usaha pada sektor hulu yang mendominasi produksi migas nasional,” ujar Baron.








Tinggalkan Balasan