Prabumulih, Petrominer – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus angka produksi minyak sebesar 30 ribu barel per hari (BOPD). Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak pembentukan Sub Holding Upstream (SHU) tahun 2021 lalu.
Menurut General Manager PHR Zona 4, Djujuwanto, capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa lapangan mature yang dikelola secara inovatif mampu berkontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional. Peningkatan produksi ini merupakan buah dari kerja keras berkesinambungan sejak tahun 2023, dengan strategi penambahan jumlah sumur pemboran setiap tahunnya.
“Keberhasilan mencapai 30 ribu BOPD ini adalah bukti nyata bahwa dengan kepercayaan, harmonisasi, dan semangat bergerak maju, lapangan tua sekalipun mampu memberi kontribusi besar. Pencapaian ini bukanlah akhir, tetapi awal dari prestasi-prestasi lebih besar yang akan datang,”_ ungkap Djujuwanto usai melakukan Management Walkthrough (MWT) General Manager dan Management PHR Regional 1 Zona 4 di Fasilitas Produksi Zona 4, Senin (8/9).
Pada awal tahun 2025, produksi Zona 4 berada di angka 27.384 BOPD dan terus meningkat hingga mencapai rekor 30 ribu BOPD. Kontributor utama peningkatan produksi berasal dari keberhasilan pemboran di beberapa struktur strategis, antara lain Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, dan Karangan–Tanjung Miring Barat.
Dia menekankan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas fungsi yang solid, serta dukungan penuh dari regulator, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penerapan budaya kerja tiga pilar Operations Cultures menjadi fondasi keberhasilan ini. Ketiga pilar itu antara lain membangun kepercayaan antar pemangku kepentingan (Trust) , harmonisasi tim dengan menyatukan keahlian beragam menjadi kerja tim yang solid, serta semangat inovasi dan keberanian mencoba cara baru (Moving Forward), termasuk implementasi batch drilling dan optimasi lapangan mature.
Lebih lanjut, Djujuwanto menyampaikan bahwa satu hal yang perlu menjadi perhatian, pendekatan baru dalam interpretasi potensi subsurface berhasil mengidentifikasi lapisan produktif yang sebelumnya tidak terpetakan. Selain itu, pembangunan fasilitas modular dan fleksibel memastikan minyak hasil pemboran dapat ter-deliver dengan optimal.
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja, yakni Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, serta Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai. Lokasinya tersebar di dua kota, yaitu Prabumulih dan Palembang, serta sembilan Kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan ilir dan Ogan Komering Ulu.








Tinggalkan Balasan