, ,

BP Akan Terapkan Teknologi Carbon Capture di Tangguh

Posted by

Jakarta, Petrominer – Usaha pemerintah menggairahkan investasi hulu migas mulai membuahkan hasil. BP, sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas), berniat meningkatkan investasinya sampai US$ 4 miliar untuk meningkatkan cadangan Tangguh di Papua.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, keinginan BP Indonesia untuk menambah investasi itu dikemukakan pada pekan lalu saat bertemu dengan manajemen SKK Migas.

“Manajemen BP menyampaikan akan meningkatkan investasi di Indonesia, yaitu melakukan pengembangan lapangan Ubadari dan penerapan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Kami menyambut gembira karena berarti usaha-usaha yang dilakukan SKK Migas dan Pemerintah untuk meningkatkan investasi membuahkan hasil,” ujar Dwi, Sabtu (20/3).

Investasi untuk pengembangan lapangan Ubadari dilakukan untuk meningkatkan cadangan terbukti. Gas yang dihasilkan dari lapangan itu rencananya akan digunakan untuk mendukung operasional kilang LNG Tangguh 1, 2 dan 3.

Apabila terealisasi, dapat digunakan untuk melakukan perluasan pasar. Lapangan Ubadari ditemukan tahun 1997, dan mulai dilakukan pemboran Eksplorasi tahun 2017.

Selain pengembangan lapangan baru, jelas Dwi, BP juga berkeinginan untuk mengembangkan dan menerapkan CCUS di Tangguh, yaitu teknologi yang dapat menangkap CO2 yang telah dilepaskan ke atmosfer.

CCUS merupakan teknologi akan mengurangi emisi CO2. Penerapan CCUS di Tangguh akan mendukung kesuksesan komitmen Indonesia dalam melaksanakan kesepakatan Paris Agreement tahun 2015, di mana Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29 hingga 41persen pada tahun 2030. Penerapan CCUS juga akan mengurangi emisi carbon sekitar 45 persen.

“Ini sangat menggembirakan karena selain memberi kontribusi besar pada kesukesan komitmen Pemerintah RI dalam menjaga lingkungan, juga akan meningkatkan produksi. Keuntungan lain, kegiatan ini juga akan menjaga Kilang LNG Tangguh tetap kompetitif, utamanya dalam menghadapi negara-negara pembeli yang sensitif terhadap isu lingkungan,” ungkap Dwi.

Untuk merealisasi rencana investasi tersebut, BP akan segera berdiskusi dengan SKK Migas terkait masalah keteknikan dan keekonomian proyek. Diskusi tersebut diharapkan dapat segera melahirkan Plan of Development (PoD) kedua, yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan lapangan Ubadari.

Dwi berharap, langkah BP meningkatkan investasi ini akan segera diikuti oleh KKKS lainnya. Apalagi, memasuki Maret 2021, harga minyak dunia membaik dan berkisar US$ 60-70 per barel. Peningkatan harga ini lebih cepat dari yang diprediksikan para analis.

“Situasi harga minyak dunia yang pulih lebih cepat dan di bulan Maret 2021 bahkan telah melebihi rata-rata harga minyak dunia tahun 2019. Ini diharapkan dapat mendorong KKKS meningkatkan kegiatan eksplorasi di luar program yang telah disepakati pada work, program and budget (WPnB) 2021,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *