Cadangan batubara terbesar Indonesia berada di wilayah Kalimantan, disusul Sumatera dan Sulawesi.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada delapan perusahaan dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Generasi I yang akan berakhir masa kontraknya selama periode tahun 2019 hingga 2026 mendatang. Perusahaan-perusahaan tersebut dipastikan bisa mengajukan perpanjangan kontrak sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menyatakan Pemerintah saat ini tengah menyusun konsep revisi keenam dari Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Berdasarkan ketentuan baru itu, perusahaan pemegang PKP2B boleh mengajukan perpanjangan kontrak paling cepat lima tahun atau paling lambat satu tahun sebelum kontrak berakhir.

“Setelah revisi terbit, kedelapan perusahaan PKP2B ini bisa segera mengajukan perpanjangan kontrak,” ujar Agung, Rabu (14/11).

Kedelapan perusahaan tersebut, jelasnya, adalah PT Tanito Harum yang kontraknya akan habis pada 14 Januari 2019, PT Arutmin Indonesia (1 November 2020), PT Kendilo Coal Indonesia (13 September 2021), dan PT Kaltim Prima Coal (31 Desember 2021).

Selain itu, ada juga PT Multi Harapan Utama yang akan berakhir kontraknya pada 1 April 2022, PT Adaro Indonesia (1 Oktober 2022), PT Kideco Jaya Agung (13 Maret 2023), dan PT Berau Coal (26 April 2025).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here