Progres vaksinasi Covid-19 di hulu migas sampai September 2021. (SKK Migas)

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menunjukkan upaya nyata dalam mendukung Pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Tercatat sampai Kuartal III tahun 2021, jumlah pekerja di indusri hulu migas yang telah mendapatkan vaksin mencapai 103.602 orang atau 93 persen dari target.

Untuk di lingkungan SKK Migas sendiri, pekerja yang sudah divaksin mencapai 1.641 orang atau 98 persen. Sementara 33 orang atau sebesar 2 persen dari target belum divaksin karena kormobit, hamil & paska melahirkan serta belum memasuki tiga bulan pasca terpapar Covid-19.

“Kami menyadari bahwa dibukanya secara normal aktivitas perekonomian dan usaha sangat ditentukan salah satunya adalah keberhasilan pelaksanaan vaksin untuk menciptakan herd immunity,” ujar Sekretaris SKK Migas, Taslim Z Yunus, Minggu (24/10).

Saat ini, menurut Taslim, capaian vaksinasi di industri hulu migas maupun pekerja di lingkungan SKK Migas telah berada di atas target Pemerintah sebesar 70 persen sampai akhir tahun 2021. Tingginya capaian vaksinasi di industri hulu migas menunjukkan dukungan kuat dan nyata dari para pelaku usaha hulu migas dalam mensukseskan Program Pemerintah.

Tidak hanya vaksin, protokol kesehatan diterapkan di industri hulu migas juga melampaui protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Meskipun menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kinerja hulu migas tetap mampu dipertahankan dengan baik. Meski begitu, ada beberapa hal yang masih membutuhkan kerja keras sampai akhir tahun untuk bisa mencapai target.

“Kami menyadari betul bahwa sebagai sektor usaha yang masuk dalam kriteria esensial dan sangat dibutuhkan terkait penyediaan energi dan bahan baku industri, maka kami sangat menghindari terjadinya kejadian Covid-19 karena akan mengganggu operasional hulu migas. Dalam beberapa kejadian seperti di proyek dapat menyebabkan mundurnya penyelesaian proyek hulu migas,” paparnya.

Tertundanya jadwal onstream di Proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru salah satu faktornya adalah terjadi outbreak setelah ada beberapa pekerja proyek yang terkena Covid-19. Akibatnya, sesuai prosedur, proyek dihentikan sementara.

“Berhentinya proyek ini tentu menyebabkan mundurnya jadwal penyelesaiannya dan berdampak pada belum masuknya tambahan produksi minyak dan gas. Namun kami bersyukur secara keseluruhan operasional dan proyek hulu migas dapat dijaga dari kasus Covid-19,” ungkap Taslim.

Dampak Covid-19 terhadap kegiatan utama hulu migas sampai September 2021. (SKK Migas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here