
Jakarta, Petrominer – XCMG Group memperkuat ekosistem bisnis alat berat di Indonesia dengan mengintegrasikan manufaktur, riset dan pengembangan (R&D), layanan, serta pembiayaan. Strategi tersebut kian diperkuat melalui kehadiran ABC Multifinance sebagai platform pembiayaan XCMG-Gaya Makmur Tractor (GMT).
President Director XCMG Group Indonesia, Kong Qing Chao, mengatakan integrasi industri dan pembiayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem XCMG di Indonesia.
“Kombinasi manufaktur dan pembiayaan diharapkan dapat mendukung transformasi industri menuju operasional yang lebih hijau dan rendah karbon,” ungkap Kong Qing Chao saat memperkenalkan ABC Multifinace di booth XCMG Group pada ajang Mining Indonesia 2026, Rabu (9/9).
Dalam gelaran tahun ini, XCMG menampilkan solusi alat berat berbasis elektrifikasi dan teknologi cerdas untuk berbagai kebutuhan pertambangan dan konstruksi. Dengan mengusung tema “New Power, New Future,” portofolio yang dipamerkan mencakup peralatan penggalian, pengangkutan, bongkar muat, hingga fasilitas pendukung kendaraan listrik.
Salah satu fokus XCMG adalah pengembangan peralatan energi baru. Perseroan menampilkan wheel loader listrik XC938EV dan wheel loader hybrid XC978HEV, serta kendaraan angkut energi baru XGE150PRO, dump truck listrik, dan tractor listrik.
XCMG juga menghadirkan excavator, bulldozer, mobile crane, forklift energi baru, serta fasilitas pengisian daya. Rangkaian produk tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan operasional dengan beban kerja tinggi sekaligus mendorong efisiensi energi di sektor pertambangan.
Lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia, XCMG menyatakan akan terus memperkuat sistem lokal melalui kombinasi teknologi, manufaktur, layanan, dan pembiayaan. Strategi tersebut diarahkan untuk memperdalam integrasi perusahaan dengan industri Indonesia sekaligus mendukung transformasi menuju operasional yang lebih efisien dan rendah karbon.
Manufaktur Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Director GMT, Rahmansyah, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan rantai industri XCMG di Indonesia. Basis manufaktur energi baru XCMG Indonesia telah selesai dibangun dan mulai beroperasi sejak awal tahun ini.
“Produksi unit pertama peralatan energi baru di Indonesia juga telah terealisasi. Langkah tersebut memungkinkan produksi dan pengiriman peralatan secara lokal sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kecepatan respons terhadap kebutuhan pasar,” paparnya.
Selain manufaktur, XCMG Indonesia juga telah meresmikan pusat R&D yang berfokus pada kondisi operasional lokal. Pusat tersebut diarahkan untuk melakukan adaptasi produk dan pengembangan teknologi sesuai karakteristik kebutuhan pelanggan Indonesia.
Tidak hanya itu, menurut Rahmansyah, kehadiran ABC Multifinance menjadi bagian dari strategi XCMG untuk memperkuat hubungan antara industri alat berat dan sumber pendanaan. Platform pembiayaan XCMG-GMT tersebut menyasar pelanggan di sektor pertambangan, metalurgi, infrastruktur, dan logistik.
Skema pembiayaan dirancang untuk mengurangi hambatan dalam pembelian alat berat serta membantu pelanggan melakukan peremajaan dan peningkatan armada. Layanan juga diarahkan mencakup seluruh siklus penggunaan alat berat melalui skema pembelian, perawatan, penggunaan, hingga pengalihan aset.
Menurutnya, integrasi tersebut memungkinkan XCMG memperluas model bisnis dari sekadar penyedia alat berat menjadi penyedia solusi untuk berbagai kebutuhan operasional. Pembiayaan menjadi salah satu komponen penting untuk mempercepat adopsi peralatan baru, khususnya alat berat berenergi lebih rendah emisi.
Dalam Mining Indonesia 2026, XCMG juga menandatangani sejumlah kerja sama strategis dengan lembaga keuangan serta kontrak pembelian alat berat dengan pelanggan utama. Sinergi antara industri dan pembiayaan ini dinilai mulai memberikan momentum bagi pengembangan pasar berikutnya.









Tinggalkan Balasan