Petrominer — Ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata dengan pengalaman baru. Berada di antara sumur-sumur minyak yang dikelola secara tradisional, dan melihat langsung penambangan minyak yang eksostik.
Berwisata menikmati keindahan alam seperti pegununan maupun sungai sudah biasa. Namun bila berwisata di antara sumur-sumur minyak, ini akan menjadi pengalaman baru bagi kita semua.
Adalah Desa Wonocolo yang menjadi tujuan wisata tersebut. Desa di atas bukit ini, yang berlokasi di Kecamatan Kawedan, Bojonegoro, Jawa Timur, adalah salah satu lokasi pengeboran minyak bumi yang dikelola oleh warga secara tradisional. Pengeboran di desa seluas 11,37 km persegi itu telah dilakukan sejak zaman Belanda. Ada sekitar 200-an sumur yang berusia lebih dari satu abad.
Desa wisata tersebut sedang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero), melalui anak usahanya PT Pertamina EP Cepu Field. Dengan terus menjunjung aspek keselamatan dan kesehatan, para wisatawan diajak melihat langsung penambangan minyak secara tradisional yang eksotik di area tersebut.
Sumur minyak tradisional di Desa Wonocolo sudah lebih dari 100 tahun beroperasi secara tradisional dan dikelola oleh masyarakat setempat. Jumlah sumur yang awalnya hanya sekitar 200-an, kini terus bertambah menjadi lebih dari 700 sumur.
Tidak heran jika mayoritas warga Desa Wonocolo bergantung hidup pada kelangsungan sumur tradisional tersebut. Namun demikian, secara alami produksi minyak pasti akan mengalami penurunan, sehingga suatu saat tidak dapat diproduksikan kembali.
“Kami melihat bahwa yang ada di Desa Wonocolo ini merupakan sesuatu yang unik. Di sini warga beraktifitas secara tradisional untuk memproduksikan minyak dari sumur-sumur tua sejak lebih dari 100 tahun,” ujar Goverment & Public Relation Assistent Manager PT Pertamina EP Asset 4, Panji Galih Anoraga.
Menurut Pandji, untuk menjaga keunikan local heritage di desa itu, Pertamina bersama Pemda Bojonegoro dan dukungan dari seluruh stakeholder mencoba membuat sebuah desa wisata migas yang diberi nama Petroleum Geoheritage Wonocolo. Pendirian desa wisata migas ini didasari karena keunikan yang dimiliki oleh struktur Geologi di Desa Wonocolo.
Pengembangan Geoheritage ini secara khusus mengangkat tentang petroleum system, karena di Bojoengoro banyak ditemukan kekayaan sumber daya alam minyak dan gas bumi yang dikelola secara tradisional dan modern. Sumur tua di Wonocolo Bojonegoro ini menjadi percontohan desa wisata baru, sebagai Texas-nya Indonesia.

“Karena itu kami menyebutnya: Teksas (Tekad Selalu Aman dan Sejahtera) Wonocolo,” ujar Pandji di hadapan para peserta Sarasehan Editor Media Nasional, akhir pekan lalu.
Dia juga menjelaskan, komitmen Pertamina dalam pengembangan petroleum geoheritage Wonocolo adalah untuk memastikan keselamatan kegiatan usaha hulu migas tetap bisa berjalan lancar dan mendukung peningkatkan produksi pada lapangan eksisting Cepu. Pertamina juga komitmen untuk meningkatkan kelancaran proses produksi dengan memperkecil resiko gangguan sosial, keamanan dan lingkungan.
“Kami juga komitmen menjadikan masyarakat lokal Wonocolo tidak hanya sebagai objek namun sebagai aset nilai investasi. Ini setara dan strategisnya sama dengan investasi sumur yang dimiliki oleh negara,” tegas Pandji.
Pemandangan Unik
Terletak di atas perbukitan, dari kejauhan sudah terlihat tulisan TEKSAS WONOCOLO, yang dipasang menjulang di bukit setinggi 300 mdpl. Bukit gersang yang menjadi surga para penambang minyak mentah tersebut kini sudah menjelma menjadi Petroleum Geoheritage atau wisata minyak dan gas bumi.
Geoheritage Wonocolo memberikan kemajuan, perlindungan, serta penggunaan warisan geologi secara berkelanjutan, dan mendorong kesejahteraan ekonomi rakyat yang tingal di sana. Geoheritage ini akan menjadi wilayah tepadu dengan warisan geologi penting di dunia. Nilai wisata di Geoheritage Wonocolo bertujuan untuk mempertahankan, atau bahkan meningkatkan karakter geografis setempat.

“Di sini masyarakat diajak melihat langsung penambangan tradisional yang eksotik, dengan keberadaan tiang penyangga kayu dan dioperasikan secara tradisional. Selain itu ada trek untuk Jeep, motor trail dan sepeda,” ujar Pandji di hadapan para peserta Sarasehan Editor Media Nasional, akhir pekan lalu.
Di Wonocolo juga disediakan rumah singgah dengan beberapa kamar yang bisa disewa. Selain itu, di rumah singgah juga dipajang peta lokasi wisata, foto dan video yang menunjukkan proses penambangan, serta beberapa fosil hewan purba yang ditemukan di Wonocolo.
Sebelum menikmati wisata offroad, pemandu menjelaskan terlebih dahulu rute mana saja yang akan dilalui. Serta, bagaimana dan apa saja kandungan yang terdapat dalam sumur-sumur tambang. Sejauh mata memandang, menara-menara kayu berjelaga hitam tampak menjulang ke atas, disertai kepulan asap yang mengeluarkan aroma minyak di sepanjang jalan.
Sepanjang perjalanan, baik dengan menaiki motor trail atau mobil jeep, pengunjung juga bisa melihat sumur minyak lengkap dengan aktivitas para penambang. Mereka mengambil minyak mentah atau biasa disebut lantung itu dari dalam perut bumi dengan menggunakan peralatan sederhana, yaitu bor yang ditancapkan ke bawah tanah lalu ditarik menggunakan alat yang memakai mesin diesel.









Tinggalkan Balasan