Jakarta, Petrominer – Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto, mendapat penghargaan Honorary Member dari ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Penghargaan ini diusulkan oleh Komite Kerjasama Internasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat kepada AFEO melalui proses seleksi di tingkat Asean pada acara Conference AFEO (CAFEO).
Penghargaan tersebut disampaikan dalam acara the Conference of Asean Federation of Engineering Organization yang ke-40 di Phnom Penh, Kamboja, tanggal 5-8 Desember 2022 lalu. Konferensi ini berisikan berbagai aktivitas seperti sesi working group and ASEAN Engineering Inspectorate.
Wiluyo berterima kasih atas rekomendasi Komite Kerjasama Internasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kepada AFEO sehingga menjadi salah satu penerima AFEO Honorary Member. Dia berharap penghargaan ini bisa menjadi motivasi, dorongan dan cambuk bagi jajaran Direksi dan PLN secara keseluruhan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Semoga penghargaan ini memberikan semangat kami untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terima kasih,” ungkap Wiluyo, Minggu (11/12).
Menurutnya, untuk memastikan keandalan pasokan listrik sesuai kebutuhan negara, PLN senantiasa menyediakan dan membangun infrastruktur dengan mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, di tengah pemanasan global seperti saat ini, PLN mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam setiap proyek infrastruktur kelistrikannya.
“Tujuannya adalah untuk menciptakan energi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060,” papar Wiluyo.
Beberapa contoh inisiatif yang dilakukan seperti membangun pembangkit berbasis EBT hingga mendorong ekosistem kendaraan listrik lewat penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa upaya transformasi yang dilakukan PLN ini sebagai sebuah langkah dalam menjawab tantangan global saat ini. Sebagai BUMN yang melayani masyarakat, PLN harus tampil adaptif dan lincah sehingga bisa memitigasi persoalan global.
Transformasi PLN juga dilakukan secara menyeluruh , PLN melakukan digitalisasi pembangkit, digitalisasi transmisi dan distribusi, digitalisasi sistem keuangan, sistem pengadaan, sistem pembayaran, sampai digitalisasi sistem pelayanan pelanggan,
“Melalui transformasi tersebut, membuat sistem pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih cepat. Kemudian, sistem keuangan dan pengadaan menjadi lebih efisien dan operasional kelistrikan menjadi lebih andal,” ungkap Wiluyo.









Tinggalkan Balasan