Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah.

Tangerang, Petrominer – Komitmen Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah untuk mengurangi beban subsidi negara kembali ditunjukkan. Kali ini, Arief mengajak warganya untuk meninggalkan LPG subsidi 3 kg dan menggunakan LPG non subsidi.

Dia menegaskan bahwa LPG 3 kg adalah produk yang disubsidi oleh negara khusus untuk masyarakat tidak mampu. Karenanya, kalangan yang mampu seperti PNS yang pendapatannya sudah mencukupi seharusnya tidak menggunakan LPG 3 kg, melainkan menggunakan LPG non subsidi.

“Dengan tidak menggunakan LPG 3 kg, maka kita membantu negara mengurangi beban subsidinya. Subsidinya tentu bisa dialihkan ke hal lain yang lebih bermanfaat seperti pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat,” ujar Arief, Rabu (6/12).

Sebelumnya, Walikota Tangerang ini telah mengeluarkan surat edaran No. 511.1/2336 – Indag tanggal 5 Juli 2017 mengenai Himbauan Penggunaan LPG. Sebagai lanjutan himbauan tersebut, Walikota Tangerang kembali melakukan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi kepada PNS Kota Tangerang pada Rabu, 6 Desember 2017 di Gedung Masjid MUI Tangerang.

Seperti diketahui, setiap produk yang disubsidi negara selalu memiliki kuota atau batasan jumlah yang seharusnya diterima oleh masyarakat tidak mampu. Maka jika ada penggunaan oleh pihak yang tidak berhak, maka dapat mengurangi jumlah yang seharusnya diterima oleh masyarakat tidak mampu.

Menanggapi himbauan Walikota Tangerang tersebut, Pertamina pun menyediakan LPG non subsidi Bright Gas sebagai alternatif bagi masyarakat yang bukan penerima subsidi. Saat ini, Bright Gas sudah tersedia di 28 agen / distributor wilayah Tangerang, 2.000 pangkalan LPG 3 kg se-Tangerang Raya dan semua modern outlet Indomaret.

Bright Gas 5,5 kg dibandrol seharga Rp 325.000 per tabung untuk pembelian baru dan Rp 65.000 untuk pembelian refill.

“Kami telah menyediakan Bright Gas baik ukuran 5,5 kg sebagai alternatif bagi masyarakat yang seharusnya tidak menggunakan LPG subsidi 3 Kg. Dengan ukurannya yang tidak berbeda jauh dengan 3 kg, Bright Gas 5,5 kg cukup ringan dan mudah dibawa. Dengan begitu harapannya masyarakat juga lebih tertarik menggunakan Bright Gas 5,5 kg,” ujar Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat, Dian Hapsari Firasati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here