Jakarta, Petrominer – Presiden Joko Widodo baru telah meresmikan wajah baru Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, setelah direnovasi selama kurang lebih 2 tahun. Peresmian dilakukan tepat sebelum pertandingan persahabatan antara tim nasional Indonesia lawan Islandia, Minggu malam (14/1),
Presiden begitu bangga dan senang dengan wajah baru stadion sepakbola ini. Bahkan, dalam akun facebook-nya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa stadion ini adalah salah satu stadion dengan pencahayaan terbaik di dunia. Tidak hanya dari segi pencahayaan, sistem lampu dan kelistrikan di stadion yang akan menjadi lokasi acara pembukaan dan penutunan Asian Games 2018 nanti ini juga telah menerapkan kebijakan hemat energi.
Pernyataan tersebut bukanlah tanpa alasan. Seperti diungkapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa penggunaan energi untuk pencahayaan Stadion GBK mampu menghemat 50 persen daya paska renovasi.
Melalui website-nya, Kementerian ESDM, Senin (15/1), menyebutkan bahwa stadion ini diterangi lampu berkekuatan 3.500 lux atau tiga kali lebih terang dari sebelumnya. Pencahayaan GBK bisa 50 persen lebih hemat karena menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED) standar tertinggi yang diakui federasi sepakbola dunia (FIFA) dan federasi atletik internasional (IAAF). Jadi bukan memakai lampu konvensional.
Selain hemat energi, stadion GBK juga ramah lingkungan. Pasalnya, sumber utama listriknya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Stadion ini dilengkapi panel surya dengan kapasitas 420 kWp, yang mampu menghasilkan rata-rata 1.470 kWh/hari. Selain dari tenaga surya yang memiliki, listrik GBK juga terkoneksi dengan sumber listrik dari PT PLN (Persero) dan genset.
Titik lampu sebanyak 610 set tersebut terkoneksi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80.000 watt PMPO. Dengan begitu, pergerakan lampu dapat seirama dengan musik yang dimainkan.
Pencahayaan sebelumnya memakai teknologi metal halide, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk pemanasan sebelum dapat dihidupkan, sekarang dengan LED bisa difungsikan sebagai interactive dynamic lighting.
Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, renovasi stadion GBK dilakukan sejak bulan Agustus 2016 dengan kontraktor PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT. Penta Rekayasa, dalam Kerjasama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 769,7 miliar. Sementara konsultan manajemen konstruksi adalah PT. Deta Decon dan PT. Multi Karadiguna Jasa KSO dengan nilai kontrak Rp 10,2 miliar.
Beberapa perubahan terkini lainnya, stadion yang dibuka pada tahun 1962 itu, yakni perubahan kursi penonton menjadi kursi tunggal. Sehingga kapasitas menjadi 76 ribu kursi.
Selain itu, ada empat ruang ganti yang masing-masing dilengkapi ruang pelatih, ruang tunggu, kamar ganti pakaian pemain, kamar mandi dengan toilet, shower wastafel, bak dengan pilihan air panas dan dingin, serta ruang pijat.
GBK juga dilengkapi dengan ruang media yang dibuat nyaman sehingga para pewarta bahkan bisa menggunakannya sebagai studio mini dan kantor sementara.








Tinggalkan Balasan