, ,

PGE Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4

Posted by

Muara Enim, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi mulai mengeksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 megawatt (MW) melalui melalui kick off meeting yang dilaksanakan, Rabu (15/4). Eksekusi proyek ini mengukuhkan rencana pengembangan jangka panjang PGE untuk mendukung percepatan transisi energi bersih nasional.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan melalui pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4, PGE tidak hanya berfokus pada penambahan potensi kapasitas terpasang, tetapi mencerminkan komitmen dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bersih sekaligus meningkatkan keandalan portofolio panas bumi nasional.

“Proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target bauran energi nasional serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan Net Zero Emission,” ujar Ahmad Yani.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) tahun 2032. Ini bakal menggenapkan total kapasitas PGE Area Lumut Balai mencapai 220 MW, dengan penambahan PLTP Lumut Balai Unit 3 di tahun 2030.

Sangat Prospektif

Dari sisi teknis, WKP Lumut Balai memiliki area sumber daya panas bumi yang luas, berkisar antara 22 hingga 66 km². Hasil studi geosains serta simulasi reservoir terbaru menunjukkan bahwa cadangan eksisting mampu mendukung pengembangan tambahan kapasitas 55 MW pada Unit 4. 

Menurut Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, lokasi pengeboran berada di area yang sangat prospektif secara geologi. 

“Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif. Dengan dukungan data teknis tersebut, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur,” jelas Edwin.

Sementara Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa proyek ini juga akan berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan wilayah kerja panas bumi secara keseluruhan. 

Proyek Lumut Balai Unit 4 telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Secara komersial, proyek ini memiliki prospek yang kuat dengan tersedianya Power Purchase Agreement (PPA) ditambah skema eskalasi. Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sumatera Selatan yang diproyeksikan mencapai 6,072 persen per tahun turut menjadi faktor pendukung utama bagi pengembangan proyek ini.

Melalui kombinasi kesiapan teknis, prospek komersial yang kuat, serta dukungan kebijakan nasional, PGE optimistis pengembangan Lumut Balai Unit 4 akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi bersih yang andal dan berkelanjutan.