Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Menteri ESDM, Sudirman Said, menyampaikan perkembangan soal Blok Masela dan Blok Mahakam kepada Komisi VII DPR dalam rapat kerja kemaren, Selasa sore (12/4).

Dalam paparannya, Sudirman menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah memutuskan kilang LNG Masela dibangun di darat (onshore), dengan harapan masyarakat sekitar bisa mendapat lebih banyak manfaat dari blok gas ini.

Menindaklanjuti keputusan itu, Kementerian ESDM telah meminta SKK Migas mengirim surat kepada investor (Inpex) untuk melakukan studi ulang atas Plan of Development (PoD) I dengan menggunakan skema onshore. Untuk itu, SKK migas diminta mengawal pelaksanaan PoD tersebut.

“SKK Migas juga diminta berkomunikasi dengan investor guna menjelaskan keputusan pemerintah. SKK migas juga diminta mengawal pelaksanaan PoD,” paparnya.

Menurut Sudirman, SKK Migas telah berkoordinasi dengan Inpex dan perusahaan migas asal Jepang itu sedang menyiapkan usulan pengembangan Lapangan Abadi dengan skema darat.

Mengenai soal Blok Mahakam, jelasnya, Pertamina sedang melakukan finalisasi untuk masa transisi dengan existing operator Blok Mahakam, yaitu Total E&P Indonesie. Total berkomitmen melaksanakan masa transisi dengan baik, supaya Pertamina bisa mengoperasikan Blok Mahakam dengan baik mulai 2018.

Tetapi Total belum dapat memastikan keterlibatannya di Blok Mahakam ke depan. Meski telah ditawari saham 30% oleh Pertamina, Total belum mau menerimanya. Total masih mengkaji apakah Blok Masela masih akan memberikan keuntungan yang ekonomis bagi mereka ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here