Mahasiswa dilibatkan dalam proyek penelitian industri maupun akademik para dosen Universitas Pertamina.

Jakarta, Petrominer – Teknologi Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu dari lima teknologi prioritas guna mendukung agenda nasional Making Indonesia 4.0. Penerapan teknologi kecerdasan buatan ini diharapkan dapat mengakselerasi efisiensi di berbagai sektor industri, termasuk minyak dan gas bumi (migas).

“Kami melihat peluang besar dalam pengembangan AI di industri migas. Oleh karenanya Universitas Pertamina membentuk pusat studi Geosciences Intelligence and Advanced Computing atau GAIA,” ujar Ketua Pusat Studi GAIA, Agus Abdullah, Jum’at (11/6).

Agus berharap pusat studi ini dapat memberikan perspektif dan analisa dalam pengambilan keputusan di sektor migas kepada para pemangku kepentingan. Karena itulah, GAIA terus membangun kerjasama dengan industri migas dan lembaga penelitian.

Setidaknya tiga proyek penelitian digarap bersama Innovation and New Venture (INV) PT Pertamina (Persero), dan proyek penelitian lain dengan Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Selain itu, ada juga proyek pengembangan bersama Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Center Universitas Syah Kuala.

Salah satu proyek kerja sama dengan INV yang mendulang sukses adalah pembuatan aplikasi untuk penargetan sumur bor. Aplikasi bernama PERTARAY ini memungkinkan pengguna memperoleh gambaran riil kondisi di bawah permukaan tanah. Dengan begitu, pengguna bisa mudah mengidentifikasi apa yang terkandung di dalamnya.

“Selain berguna untuk efisiensi waktu, tenaga, dan biaya, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi eksplorasi dan produksi yang berada di wilayah terpencil atau dengan kondisi yang unik. Sehingga, hambatan-hambatan eksplorasi migas dapat teratasi,” jelas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here