
Serang, Petrominer – Pemerintah terus berupa merealisasikan dan mendukung kendaraan atau mobil listrik. Akhir Desember 2017 ini, Kementerian Perindustrian rencananya akan melakukan uji coba terhadap dua model dari 10 mobil listrik produksi pabrikan otomotif dari Jepang.
Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, uji coba mobil listrik produksi Mitsubishi itu untuk mendukung riset lebih jauh mengenai regulasi yang akan diterbitkan terkait “kendaraan hijau” di Indonesia. Rencananya, tahun depan regulasi tersebut sudah bisa diterbitkan.
“Kami berharap regulasi dan fasilitasnya akan keluar awal tahun depan. Dengan demikian insentif untuk mobil listrik ini akan dipacu,” kata Airlangga usai meresmikan pabrik PT Sokonindo Automobile di Serang, Banten, Kamis (30/11).
Sebelumnya, ketika bertemu dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko di Tokyo pada Oktober 2017 lalu, Menperin menyampaikan bahwa salah satu produsen otomotif terbesar di Jepang tersebut akan memberikan bantuan 10 unit prototipe kendaraan listrik untuk penelitian di Indonesia.
Dia mengungkapkan, Pemerintah sedang mengkaji strategi pengembangan kendaraan listrik yang akan diproduksi oleh industri otomotif di tanah air. Rencananya sekaligus berupaya menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan yang ramah lingkungan, termasuk mobil hybrid, listrik, atau semacamnya. Jenis alat trasnportasi ini akan masuk dalam program pemerintah guna mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV).
“Pengembangan teknologi hybrid atau electric vehicle pada kendaraan diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus juga mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM),” tutur Airlangga.
Dia juga menjelaskan, diversifikasi BBM ke arah bahan bakar gas, bahan bakar nabati maupun tenaga listrik merupakan jawaban atas kebutuhan energi alternatif saat ini di sektor transportasi. Upaya ini diharapkan juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara inklusif.
Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan LCEV sudah masuk pasar Indonesia sampai tahun 2025 mendatang. Sejumlah produsen telah menyiapkan produknya untuk dipasarkan. Seperti PT Nissan Motor Indonesia yang telah menghadirkan mobil listrik Note e-Power dan pernah diuji menperin beberapa waktu lalu.

Produksi Dalam Negeri
Sementara itu, Sokonindo Automobile mengaku siap untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Perusahaan patungan antara Sokon Group Co.Ltd. asal Hong Kong dan PT Kaisar Motorindo Industri ini menargetkan, dalam tiga tahun ke depan akan memproduksi mobil listrik di dalam negeri.
“Kami memiliki pusat RnD di Ann Harbour Michigan dan kami juga punya pusat riset untuk mobil listrik dan autonomous driving,” kata CO-CEO Sokonindo Automobile, Alexander Barus.
Alex memastikan, pihaknya telah berpengalaman memproduksi mobil listrik. Dalam hal ini, Sokonindo siap memasuki teknologi mobil listrik dan akan bergerak dari Indonesia menuju global.
“Kami sudah memproduksi mobil listrik di Tiongkok, dan soal kesiapan di sini kami lihat bagaimana nanti regulasi mobil listrik yang dibuat oleh pemerintah,” paparnya.
Model lain yang tercakup dalam LCEV adalah mobil hibrida. Untuk model ini, produsen yang melakukan pengembangan adalah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales, dan BMW Indonesia. Beberapa model bahkan mulai dipasarkan, seperti BMW i8, Toyota Camry hibrida, dan Alphard hibrida, serta Suzuki Ertiga hibrida.
Saat ini, Pemerintah tengah mengkaji strategi pengembangan kendaraan listrik yang akan diproduksi oleh industri otomotif di tanah air. Langkah ini ditempuh, sebagai salah satu wujud implementasi roadmap yang disusun oleh Kementerian Perindustrian, dalam fokus mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah (LCEV), sesuai dengan tren pasar dunia saat ini, yang membutuhkan kendaraan ramah lingkungan.
Untuk itu, Indonesia membutuhkan banyak masukan, terkait langkah pengembangan platform kendaraan listrik hingga komponen dan industri pendukungnya. Pemerintah sedang mendorong penelitian penggunaan kendaraan listrik, bukan hanya dari segi kendaraan, tetapi juga infrastruktur, stasiun pengisian listrik, availability-nya, dan faktor penunjang lainnya.







