Jakarta, Petrominer – Gas turbine untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 2 telah terpasang. Unit 1 pembangkit listrik ini diharapkan bisa Commercial Operation Date (COD) bulan Mei 2018 nanti. PLTGU ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan dampak signifikan terhadap kehandalan sistem kelistrikan Jawa Bali, khususnya DKI Jakarta.
Komponen dasar pembangunan pembangkit listrik ini secara resmi dipasang pada porosnya, Selasa (28/11). Secara simbolis General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Barat, Robert Apriyanto Purba bersama Kapala Divisi Pengembangan Regional Jawa Bagian Barat PLN, Sandika Afianto, Chairman of PT Wasa Mitra Engineering, Martunus Djoemak dan Project Manager of PLTGU Jawa 2, Teruaki Sakata, melakukan pengecangan baut sebagai tanda terpasangnya turbine Unit 1 PLTGU Jawa 2.
“Dengan dipasangnya Gas Turbine di PLTGU Jawa 2, PLN akan semakin siap Meningkatkan Kehandalan Listrik Jawa – Bali dan mendukung pemerataan rasio elektrifikasi di Indonesia,” ujar Robert A. Purba.

Gas Turbine yang pertama ini dikirim pada 26 September lalu dari Takasago, Jepang dan tiba di Pelabuhan Ciwandan Merak, Banten, pada 13 Oktober 2017. Alat ini sudah berada di lokasi sejak 19 Nopember lalu dan kini resmi dipasang pada porosnya.
Berdasarkan Contract Key Date Schedule, target Commercial Operation Date (COD) Gas Turbine #1 (Simple Cycle) dijadwalkan pada Mei 2018, Gas Turbine #2 (Simple Cycle) pada Juli 2018 dan Steam Turbine (Combined Cycle) pada Mei 2019.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,2 Triliun ini mendapat pendanaan dari pinjaman luar negeri, yaitu The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Anggaran PLN dengan porsi masing-masing 70 persen dan 30 persen. Kontraktor yang membangun proyek PLTGU Jawa 2 adalah Consortium Mitsubishi Corporation dan PT Wasa Mitra Engineering.
PLTGU Jawa 2 (800 MW) berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektar di area PT Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada 21 Desember 2015 lalu, sedangkan Loan Agreement ditandatangani pada 22 November 2016. Pelaksanaan pembangunan proyek ini dimulai tepat sejak kontrak efektif pada 23 November 2016.









Tinggalkan Balasan