Tokyo, Petrominer – Mitsubishi Power telah menyelesaikan instalasi, pengujian dan inspeksi (commissioning) sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang 500 megawatt (MW) untuk beroperasi secara komersial. Sistem gas turbine combined cycle (GTCC) di pembangkit tersebut akan mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta berkontribusi pada pengembangan wilayah tersebut
Presiden Direktur Mitsubishi Power Indonesia, Kazuki Ishikura, menyampaikan bahwa Mitsubishi Power berkomitmen mendukung peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia dengan teknologi turbin gas yang dapat mengurangi emisi CO2 secara signifikan jika dibandingkan PLTU batubara konvensional. Mitsubishi juga memastikan produksi listrik yang stabil dan berkelanjutan.
“Di Indonesia, penting untuk memprioritaskan solusi bagi masalah lingkungan yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Hal ini berimbas pada meningkatnya kebutuhan akan pembangkit listrik yang stabil dan ramah lingkungan,” ujar Kazuki, Kamis (28/10).
Mitsubishi Power mendapatkan kontrak untuk solusi lengkap siap pakai dari Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk sistem pembangkit listrik GTCC. Proyek ini digarap bersama perusahaan konstruksi sipil milik negara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Mitsubishi Power memasok turbin gas M701F, sementara Mitsubishi Electric Corporation memasok sistem generator listrik.
Mitsubishi Power telah menjalin hubungan erat dengan Indonesia selama setengah abad sejak mengirimkan turbin uap pertamanya pada tahun 1971 lalu. Hingga saat ini, penyedia solusi energi dari Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) ini telah mengirimkan peralatan pembangkit dengan kapasitas output kumulatif sebesar 12 GW.
Dua turbin gas M701F pertama dipasok ke PLTGU Cilegon tahun 2006, disusul masing-masing dua unit untuk PLTGU Muara Karang tahun 2011, PLTG Tanjung Priok tahun 2012, dan Pembangkit Jawa-2 pada tahun 2018. Pengerjaan peralatan untuk proyek Muara Karang dimulai tahun 2019.
“Ke depannya, Mitsubishi Power akan terus berupaya untuk menyediakan daya listrik yang lebih bersih dan andal untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di seluruh dunia,” ujar Kazuki.
General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) PLN, Ratnasari Sjamsudin, menyambut baik pencapaian ini. Apalagi, pembangkit listrik ini merupakan pembangkit penting yang memasok listrik ke fasilitas penting di wilayah metropolitan.
“Kami dari PLN sangat mengapresiasi kinerja baik Mitsubishi Power dan kontribusinya untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi dan memungkinkan PLN dapat memulai kegiatan operasional satu bulan lebih awal dari yang dijadwalkan, meskipun dengan berbagai kendala seperti Covid-19,” ujar Ratnasari.








Tinggalkan Balasan