Gas turbin 9HA.02 produk GE untuk PLTGU Jawa-1 di Karawang, Jawa Barat.

Karawang, Petrominer – Satu dari dua turbin 9HA.02 yang akan dipasang di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 telah tiba di lokasi proyek pembangunan di Karawang, Jawa Barat, Jum’at (18/9). Gas turbin terbesar dan paling efisien produksi GE ini dikirim dari pabriknya di Belfort, Perancis.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Jawa Satu Power, Indra Trigha, menyatakan bahwa kehadiran gas turbin dari GE ini menandakan tonggak penting mulainya Indonesia menggunakan gas turbin yang paling efisien di dunia. Ini juga memperlihatkan bahwa proyek pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda (combined-cycle) Jawa-1 telah berjalan sesuai target untuk menuju awal operasi komersial blok pertama pada akhir tahun 2021.

“Kami sangat senang dan bangga atas kedatangan Gas Turbin 9HA.02 yang pertama untuk Proyek Jawa-1, serta dengan kemajuan progres konstruksi yang dicapai saat ini, meskipun banyak tantangan di tengah Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari sinergi antara Jawa Satu Power dengan EPC yang dipimpin oleh GE,” ujar Indra.

Dia juga mengungkapkan bahwa produksi listrik dari gas turbin yang paling efisien di dunia ini akan masuk ke jaringan sistem listrik nasional yang kian handal dan terjangkau harganya. Hal ini sangat diperlukan terutama di masa saat infrastruktur yang kritikal sangat dibutuhkan masyarakat.

Indra mengapresiasi GE bersama dengan mitra konsorsiumnya, Samsung CT Corporation dan PT Meindo Elang Indah, yang mampu mencapai tonggak bersejarah ini dan terlepas dari banyaknya tantangan pada masa Covid-19. Proyek Jawa-1 telah menerapkan protokol dan prosedur yang ketat namun fleksibel demi memastikan keamanan semua personel di lokasi, sekaligus memastikan pelaksanaa yang sesuai dengan pedoman pemerintah.

“Tim melakukan pemantauan ketat di berbagai tingkat lokasi proyek, selama fase pelaksanaan seiring dengan berkembangnya dampak Covid-19,” tegasnya.

Proyek PLTGU Jawa-1 merupakan bagian dari Program 35 ribu megawatt (MW). Pembangkit listrik ini diharapkan bisa menambah 1.760 MW listrik ke jaringan nasional atau setara dengan pasokan listrik ke 11 juta rumah tangga.

Sementara itu, Country Leader GE Gas Power, George Djohan, menyatakan bahwa GE berkomitmen untuk mendukung customer seperti Jawa Satu Power untuk melampaui semua tantangan.

“Terlepas dari banyaknya tantangan akibat Covid-19, kami tetap membuat kemajuan pada proyek Jawa-1 dengan memastikan eksekusi kelas dunia dalam bidang lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan kualitas,” ujar Djohan.

Sejak dimulainya konstruksi tahun 2018, jelasnya, GE telah mencapai 16 juta jam kerja tanpa lost time injury. Hal tersebut merupakan bentuk upaya untuk memberikan progress yang signifikan dalam menghasilkan listrik yang lebih efisien, andal dan terjangkau bagi Indonesia.

Turbin 9HA adalah turbin produk GE dengan pertumbuhan penjualan tercepat di dunia, dengan lebih dari 100 unit telah dipesan oleh lebih dari 45 pelanggan di 20 negara. Sampai Agustus 2020, turbin kelas H generasi kedua GE dengan teknologi HA ini telah mengumpulkan lebih dari 690.000 jam operasional pengalaman komersial. Untuk lebih memajukan dekarbonisasi dengan menggunakan tenaga gas, portofolio turbin gas kelas H ini memiliki kemampuan untuk membakar hingga 50 persen volume hidrogen saat dicampur dengan gas alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here